
| Jumat, 24 Oktober 2003 | Olahraga |
Jateng Telah Loloskan 260 Atlet ke PON XVISEMARANG-Sampai hari ini kontingen Jawa Tengah telah meloloskan 260 atletnya ke PON XVI di Palembang, September tahun depan. Menurut Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Jateng Sukahar, kemarin, mereka berasal dari 25 cabang yang telah menyelesaikan babak kualifikasinya. Jumlah ini masih akan bertambah, karena paling tidak ada 11 cabang yang belum melakoni babak kualifikasi. Cabang-cabang yang belum melakukan babak kualifikasi antara lain dayung, layar, panahan, pencak silat, softball, terbang layang, tarung drajat, balap motor, berkuda, hoki, dan catur. Walau sudah dipastikan 260 atlet Jateng lolos, bukan berarti semuanya akan diberangkatkan ke Palembang. "Kita masih menunggu hasil evaluasi dari tim teknis," tandasnya. Jumlah ini termasuk tambahan tiga cabang terakhir yang baru menyelesaikan babak Pra-PON. Cabang-cabang itu adalah bridge (12), angkat besi (7), angkat berat (3), binaraga (6), dan tinju (2). Namun pihaknya tetap memasang target bisa meloloskan 400 atletnya ke PON. Jika jumlah itu sudah tercapai, para atlet akan digembleng dalam TC sentralisasi di Semarang selama enam bulan. TC itu bakal dimulai Maret, berlangsung sampai menjelang PON. "Proses TC ini dilakukan untuk lebih memantapkan dan mematangkan persiapan para atlet, sebagai upaya mengejar target Jateng masuk posisi tiga besar," paparnya.
Dipertahankan Saat menanggapi sejumlah atlet PJP yang gagal lolos kualifikasi, Ketua Umum KONI Jateng RM Aning Sunindyo menegaskan, pihaknya akan mengevaluasi para atlet tersebut. "Jika memang prastasinya mandek, mereka langsung dicoret atau dipulangkan," kata Aning. Dia menambahkan, di lapangan ada fakta yang mengatakan ternyata banyak atlet non-PJP yang menunjukkan kualitas bagus sehingga bisa lolos ke PON. Di sisi lain Sukahar tetap memegang prinsip, pembinaan dengan sistem PJP yang diterapkan Jateng sudah cukup bagus. "Kita akan mempertahankan beberapa atlet yang gagal ke PON. Sebab untuk olahraga tertentu, para atlet yang lolos masih butuh mitra tanding dalam latihan," jelasnya. Walau begitu tidak menutup kemungkinan beberapa atlet memang tidak akan dipakai lagi. Tetapi itu semua tetap didasarkan atas berbagai pertimbangan dan kebijakan dari Konida. Di beberapa cabang, tenaga atlet yang tidak lolos tetap akan dipertahankan. Sukahar menyebut untuk cabang-cabang yang full body contact, mereka tidak bisa dilepaskan begitu saja. Para atlet yang sekarang lolos tentu akan kesulitan untuk berprestasi jika tanpa keberadaan mitra latih.(H8-22t) |