
| Jumat, 24 Oktober 2003 | Berita Utama |
Kronik Pemilu 2004KPU Kesulitan Rumuskan LPj Partai
JAKARTA- KPU saat ini masih kesulitan merumuskan laporan pertanggungjawaban keuangan partai politik. Setiap partai harus sudah menyerahkan laporan pertanggungjawaban keuangannya ke KPU per 31 Desember 2003. Hal itu disampaikan Ketua KPU Nazaruddin Sjamsuddin di Jakarta, kemarin. Beberapa hal yang menyulitkan, antara lain kapan sebaiknya pencatatan, penerimaan, atau pengeluaran partai dilakukan: sebelum kampanye resmi atau pada saat kampanye resmi dimulai. Kesulitan lainnya adalah penerimaan dana sebelum kampanye resmi ditetapkan, apakah dapat digunakan bagi kampanye. "Masalah-masalah itu masih harus dicari perumusannya. KPU bekerja sama dengan Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) sedang merumuskan masalah itu,'' ujarnya.(bn-78j)
Pekade Tidak Muluk-mulukJAKARTA- Partai Kejayaan Demokrasi (Pekade) tidak akan muluk-muluk dalam Pemilu 2004. Partai yang dipimpin Matori Abdul Djalil itu hanya menargetkan perolehan suara 3%, sebagai syarat partai untuk bisa mengajukan calon presidennya. Hal itu dikemukakan Sekjen Abdul Khalik Ahmad di Jakarta, kemarin. Terkait dengan pencalonan presiden, partainya pada saatnya nanti akan mengumumkan bakal calon capresnya setelah melihat hasil perolehan pemilu. Pekade telah mempunyai persyaratan-persyaratan tertentu bagi capresnya, yakni berakseptabilitas. Figur capres harus bisa diterima secara baik oleh masyarakat dari berbagai lapisan. ''Dengan kata lain, tokohnya harus aspiratif, mau berempati terhadap penderitaan rakyat, dan memahami betul kebutuhan bangsa dalam masa krisis sekarang ini. Kami tidak ingin ada figur capres yang (melihat) bangsanya sedang menderita, tetapi tidak punya kepekaan apa pun terhadap nasib rakyatnya,'' tandas dia.(nas-78j) |