
| Jumat, 24 Oktober 2003 | Berita Utama |
Jacob Ragukan Tuntutan Mundur
JAKARTA- Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jacob Nuwa Wea meragukan pernyataan Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar yang meminta dirinya untuk mundur. Permintaan itu sehubungan dengan merebaknya penganiayaan tenaga kerja Indonesia di Jazirah Arab. "Terus terang saja saya meragukan tuntutan mundur itu, apa benar merupakan simpulan rapat pimpinan DPR. Atau itu hanya pendapat pribadi-pribadi anggota DPR seperti Muhaimin Iskandar," kata Jacob kepada wartawan di Depnakertrans, kemarin. Jacob mengemukakan, seandainya permintaan dirinya mundur muncul dan itu merupakan hasil rapat pimpinan DPR, seharusnya itu terlebih dulu disampaikan kepada Presiden dan tidak langsung dibocorkan ke media massa. Karena itu, wajar bila dirinya meragukan pernyataan tersebut. "Langsung saja minta kepada Presiden, jangan hanya cari popularitas dengan ngomong di koran. Bila Presiden yang minta, maka saya siap mundur hari ini juga," tegasnya. Lebih lanjut, dia mengatakan, pekerjaan Depnakertrans bukan hanya mengurusi masalah TKI. Masalah TKI hanya sebagian kecil dari pekerjaan yang harus ditangani departemennya. Sebab, pihaknya juga harus mengurusi soal transmigrasi yang juga tak kalah pelik. Kalaupun saat ini muncul permasalahan TKW atau TKI, dalam pandangan Jacob, hal itu merupakan akumulasi permasalahan dunia tenaga kerja selama 32 tahun. Sebagaimana telah diberitakan kemarin, Wakil Ketua DPR RI Bidang Kesra Muhaimin Iskandar mengemukakan, rapim DPR meminta agar pengiriman TKI ke luar negeri seperti ke Timur Tengah, Malaysia, dan negara-negara Eropa lainnya dihentikan terlebih dulu sehubungan dengan banyaknya kasus penganiayaan yang menimpa TKI. Jika ternyata hal itu masih dilakukan dan tidak ada langkah konkret pemerintah untuk segera memperbaiki sistem pengamanannya, DPR meminta melalui pemerintah agar Jacob Nuwa Wea meninggalkan jabatannya karena tidak bisa mengatasi permasalahan TKI. (F4-69j) | |||||