
| Jumat, 24 Oktober 2003 | Semarang & Sekitarnya |
Demo Unaki Diwarnai Kontak FisikSEMARANG - Kontak fisik terjadi antara wartawan dan satuan pengamanan (Satpam) Universitas Abadi Karya Indonesia (Unaki) Semarang Jl Pemuda 59, Kamis (23/10), ketika aksi demo mahasiswa menuntut pencabutan Surat Peringatan (SP) ke-3 Rektor Unaki berlangsung. Ketegangan dimulai ketika sejumlah wartawan media cetak dan visual ingin memasuki lantai dasar ruang kantin Unaki, yang dijadikan tempat demo. Satpam kampus menganggap, aksi tersebut adalah aksi internal. Karenanya, tidak boleh diliput media massa. Sejumlah wartawan teve yang berkeinginan masuk dihalangi. Saat itulah terjadi kontak fisik wartawan dengan satpam. Aksi dilakukan menyusul pemberian SP ke-3 dari rektorat kepada dua mahasiswa. Mereka adalah Sunu Wiwit (sastra Inggris) dan Gilang Naftu (Sastra Jepang). Mereka juga memrotes munculnya SP ke-1 yang ditujukan kepada dua mahasiswa lainnya, Ardian dan Ori Lesmana (keduanya mahasiswa Ilmu Komputer). Mereka dianggap pihak rektorat telah menggangu proses perkulihan di kampus. ''Anggapan itu didasarkan pada aksi mimbar bebas yang dikoordinasi oleh kedua mahasiswa Rabu (15/10). Kegiatan yang menuntut demokratisasi di lingkungan kampus dianggap mengganggu perkuliahan,'' tutur Anang Cahyo salah seorang mahasiwa. Mahasiswa menuntut agar SP dicabut. Pasalnya, hal itu merupakan arogansi pihak rektorat. Selanjutnya, mereka menuntut agar diperbolehkan membentuk dewan mahasiswa (Dema). Lembaga itu penting untuk ikut menentukan kelancaran proses perkuliahan dan segala persoalan di kampus. Mereka ingin Rektor Unaki, Harto Listio, bersedia menemuinya. Sampai berita ini ditulis rektor belum bersedia menemui. Mereka hanya ditemui PR III Suprapto S Kom. (H2,G5-45) |