
| Jumat, 24 Oktober 2003 | Semarang & Sekitarnya |
Dikabarkan Mati Tak Wajar, DibantahSEMARANG TIMUR -Kemunculan kabar Haryati (41), warga Jalan Rejosari Gumuk 26 tewas bunuh diri, membuat keluarga almarhumah kurang nyaman. Dikabarkan Haryati tewas diduga akibat minum cairan antiserangga, Rabu (22/10). Kabar itu muncul karena menjelang kematian mulutnya mengeluarkan busa. Korban akhirnya tewas dalam perawatan medis RSU Panti Wilasa Citarum, petang harinya. Orang tua korban, Mbah Nah (65), di rumahnya membantah sang anak meninggal karena bunuh diri. Sebab, dia tak menemukan barang berbahaya di kamar korban. Dia mengakui saat menjelang kematian mulut anaknya mengeluarkan cairan berbusa. Itu bukan karena meminum cairan antiserangga, melainkan karena sakit. Namun keluarga tak mengetahui penyakit yang diderita. Tak Ditemukan ''Saya tidak menemukan wadah cairan antiserangga atau obat-obatan di kamarnya. Kalau dia bunuh diri minum obat antiserangga pasti bekasnya saya temukan di kamar. Jadi tidak betul anak saya mati bunuh diri,'' katanya. Dia menuturkan sebelumnya anaknya sakit. Beberapa kali dia meminta tolong ke seorang famili untuk membantu meringankan beban yang diderita. Hingga Rabu korban mengeluh otot lehernya sakit dan mengencang. Selain itu juga mengeluh perutnya sakit. Perut korban diurut dan dikeroki agar rasa sakit berkurang.
Setelah itu korban, yang bekerja di sebuah home industry produk boneka di Jalan Purwosari IV Semarang itu, tiduran di dalam kamar. ''Sekitar pukul 17.00 saya melihat Haryati sudah tidak berdaya. Mulutnya mengeluarkan busa. Saya langsung memeluk dia,'' kata dia, sambil berkaca-kaca. Sejumlah famili membawa Haryati ke klinik di Rejosari. Karena tak ada dokter, korban dilarikan ke UGD RS Panti Wilasa di Jalan Citarum. Namun nyawanya tak tertolong.(G5-73g)
|