
| Jumat, 24 Oktober 2003 | Semarang & Sekitarnya |
Jelang Puasa, Mahasiswa Ajak Perangi MaksiatSEMARANG- Menjelang datangnya Ramadhan, puluhan mahasiswa menggelar demo mengajak untuk memerangi segala bentuk kemaksiatan, Kamis (23/10). Pemerintah diminta menutup segala tindak kemaksiatan seperti perjudian dan prostitusi. Aksi unjuk rasa digelar di Kantor Gubernur Jateng. Mereka berasal dari Forum Mahasiswa Fakultas Hukum Unissula dan Unisbank. Sambil membawa spanduk dan poster mereka memprotes judi togel yang merajalela di tengah masyarakat. Poster-poster itu ditempel di kendaraan dinas yang diparkir di halaman kantor. Sebagian poster digelar di tangga menuju pintu masuk.
Judi togel dipandang makin menyengsarakan masyarakat kecil. Pengunjuk rasa mengingatkan pula agar pejabat terkait tidak mudah tergoda untuk membekingi perjudian. ''Pejabat pemerintah digaji oleh rakyat. Mereka harus melayani rakyat, bukan menjadi beking bos judi,'' tandas Faisal Yudi, koordinator aksi yang juga Presiden BEM Fakultas Hukum Unissula. Karena itu, mereka menuntut agar pemerintah menutup semua tempat maksiat pada Ramadhan dan seterusnya. Oknum-oknum aparat yang disinyalir menjadi beking kegiatan maksiat agar ditindak tegas. Elemen mahasiswa juga menyerukan kepada semua pihak untuk memerangi perjudian, prostitusi dan bentuk maksiat lain. Gubernur dan kalangan DPRD Jateng diminta secepatnya menyelesaikan Perda yang berkaitan dengan larangan perjudian. Wahyu Pitarso, Presiden BEM Unisbank, menandaskan mahasiswa mendukung pihak kepolisian untuk memberantas segala bentuk penyakit masyarakat. Menanggapi aksi tersebut, Wakil ketua DPRD Jateng HA Thoyfoer MC menyatakan dukungannya bahwa sebelum Ramadhan tempat-tempat maksiat harus ditutup. Tidak hanya selama bulan suci, tetapi juga seterusnya. ''Ramadhan merupakan momen yang baik untuk merenungkan dan introspeksi tindak kemungkaran. Aspirasi delegasi tersebut harus disikapi sungguh-sungguh kepada aparat kepolisian dan pihak terkait,'' kata anggota FPP itu. (G1,D14,G7-73) |