logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 24 Oktober 2003 Semarang & Sekitarnya  
Line

Pencuri Gasak Perhiasan Pejabat BKKBN

  • Kerugian Sekitar Rp 30 Juta

GAYAMSARI- Hati-hatilah bila meninggalkan rumah dalam keadaan kosong. Sebab, aksi pencurian akhir-akhir ini makin merajalela dan nekat. Jika tidak hati-hati, bisa timbulkan petaka.

Hal itu terjadi di rumah milik seorang pejabat di lingkungan Kantor BKKBN Pemprov Jateng, RR Ratna Tanty P SH (45), warga Jl Gajah Raya 130, Semarang, Rabu (22/10). Akibatnya, korban kehilangan perhiasan senilai sekitar Rp 30 juta.

Korban ketika dimintai konfirmasi di rumahnya membenarkan adanya kejadian tersebut. Yang jelas, dia sudah melaporkan kasus itu ke polsek setempat.

Saat kejadian, kata dia, rumah dalam keadaan kosong. Saat itu, dia dan suaminya sedang dinas ke luar kota, anaknya sekolah dan pembantunya izin pulang kampung.

Tiba-tiba, dia tidak bersedia melanjutkan ceritanya dan meminta kasus yang menimpa dirinya tidak diekspos ke media.

Hal itu, kata dia, karena beberapa alasan tertentu.

Sementara itu, informasi yang berhasil dihimpun Suara Merdeka di lapangan menyebutkan, perhiasan milik korban yang hilang itu berupa cincin emas bermata hijau 6 gram, cincin emas bermata kuning 5 gram, cincin emas bermata merah 5 gram, gelang berlian 64 gram, kalung liontin dubai 35 gram, liontin mata satu, dan permata kalimantan.

Kejadian itu kali pertama diketahui oleh salah seorang anak korban saat pulang sekolah, Rabu, sekitar pukul 14.30. Ketika masuk rumah, dia melihat kamar korban dalam kondisi terbuka. Dilihatnya, seluruh isi kamar acak-acakan.

Anak korban kemudian memeriksa sekitar lokasi. Dia melihat, handel pintu samping selatan rumah dalam kondisi rusak. Bentuk handel pintu seperti bekas terkena congkelan benda keras. Diduga, pelaku memasuki kamar korban dengan merusak pintu samping selatan.

Selanjutnya, anak korban memeriksa sekitar meja rias yang berantakan. Dia tidak lagi melihat perhiasan yang disimpan oleh ibunya di bawah meja itu. Hal itu kemudian diberitahukan kepada korban.

Sebuah handel pintu dan lempengan terbuat dari bahan besi, kini diamankan di polsek sebagai barang bukti. Kasus itu masih dalam penanganan Polsekta Semarang Timur.(G5-73i)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA