logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 24 Oktober 2003 Semarang & Sekitarnya  
Line

Murid SD Belajar di Rumah Penduduk

  • Berlangsung Sebulan Lebih

KENDAL- Sejak 8 September lalu, 103 murid kelas 2A, 2B, dan 4B SD Mlatihardjo, Patean, Kendal, terpaksa belajar di luar sekolah.

Sebab tiga ruang kelas tempat mereka belajar rusak parah. Murid-murid itu pun belajar di ruang tamu rumah penduduk di Dusun Karangboyo RT 2 RW 2, Desa Mlatihardjo, yang berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi sekolah.

Tiga rumah penduduk yang digunakan belajar adalah milik Siam, Sunarto, dan Ny Nari. Bahkan, karena kondisi tiga ruang kelas itu dinilai sangat mengkhawatirkan dan rentan terhadap keselamatan, khususnya bagi para siswa, bangunan itu terpaksa diratakan dengan tanah sejak 8 Oktober lalu. Murid-murid ''diungsikan'' sehari setelah terjadi hujan disertai angin ribut di wilayah tersebut.

Keterangan yang dihimpun menyebutkan, ketiga ruang kelas yang dibangun melalui usaha desa itu, mulai terlihat rusak sejak setahun lalu. Kondisi ini semakin bertambah parah setelah beberapa warga setempat berbuat ''usil'' dengan melubangi bagian tembok yang telah rapuh. Sebagian besar kayu-kayu pendukung bangunan, seperti kuda-kuda, reng, dan usuk juga telah lapuk dimakan rayap.

Kasek SD Mlatihardjo, Slamet Rahardjo saat diminta klarifikasinya mengemukakan, pihaknya sudah dua kali melayangkan surat pemberitahuan kepada Dinas P dan K Pemkab Kendal sehubungan dengan kondisi bangunan kelas dan kegiatan belajar mengajar di sekolahnya.

''Surat pertama dilayangkan 25 Agustus, sedangkan kedua pada 18 September. Sebelum melayangkan surat, kami sudah memberitahu secara lisan. Karena itu beberapa waktu berikutnya beberapa pegawai DPU melakukan survei ke sekolah ini,'' papar Slamet ketika ditemui di kantornya, kemarin.

Pebruari Direalisasi

Mengenai dirobohkannya tiga ruang kelas, lanjut dia, pihaknya sebelumnya sudah bermusyawarah dengan warga, wali murid, dan perangkat desa. ''Ketiga bangunan itu sepakat dirobohkan semata-mata demi keamanan. Tiga kelas ini memiliki luas 6 X 7 meter, idealnya ruang kelas hendaknya memiliki luas 7,5 X 7 meter.''

Dia menjelaskan, secara keseluruhan jumlah anak didik SD Mlatihardjo sebanyak 293 murid. Dengan rusaknya tiga ruang kelas, bangunan kelas yang tersisa untuk kegiatan belajar-mengajar hanya 6 kelas.

''Dengan jumlah murid 293 orang, idealnya sekolah harus memiliki 11 ruang kelas. Kami belum tahu sejauh mana perkembangan dan tanggapan Dinas P dan K, sehubungan dengan surat pemberitahuan dari sekolah. Coba Anda ikut melakukan cek ke kantor cabang Dinas P dan K Kecamatan Patean.''

Secara terpisah, Camat Patean Drs Agoeng Budi Cahyono menyatakan, pihaknya juga sudah mencoba menjembatani sekolah dengan Dinas P dan K sehingga pembangunan SD Mlatihardjo segera direalisasikan.

Kepala Kantor P dan K, Mulyadi SH MM menandaskan, pihaknya akan melakukan pengecekan sehubungan dengan hal tersebut. ''Jika belum dimasukkan ke rencana anggaran, nanti saya berusaha mengusulkan. Februari mendatang, kami usahakan SD Mlatihardjo direalisasikan pembangunannya.'' (G15-84i)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA