logo SUARA MERDEKA
Line
  Jumat, 24 Oktober 2003 Semarang & Sekitarnya  
Line

Membangun Kepercayaan untuk Memudahkan Pendidikan

SEMARANG - Untuk memudahkan pengembangan pendidikan, diperlukan rasa saling percaya, tidak curiga. Karena itu, perlu adanya kebersamaan dalam menciptakan SDM beriman yang berkualitas.

"Rasa saling membangun kepercayaan antarumat beragama mutlak diperlukan guna memudahkan pengembangan pendidikan," kata Uskup Agung Semarang Mgr Ignatius Suharyo dalam perayaan Jubileum 85 Tahun Yayasan Kanisius, belum lama ini

Di depan guru-guru sekolah Kanisius di Gedung Panti Mandala, Semarang, lebih lanjut dia mengemukakan, dunia pendidikan sekarang sarat persoalan. Karena itu, guru dituntut konsisten dalam tugas dan tanggung jawabnya.

Pada acara bertema Menuju Satu Abad Yayasan Kanisius dalam Sejarah Yayasan Kanisius Selayang Pandang, dia juga memaparkan mengenai perjalanan lembaga pendidikan yang menyelenggarakan sekolah TK hingga SLTA.

Yayasan didirikan Rm JHJL Hoeberechts dan Rm F Van Lith SJ di Muntilan, 31 Agustus 1918, sebagai Canisius Vereniging (Perkumpulan Kanisius), wilayahnya meliputi seluruh Keuskupan Agung Semarang. Karena alasan tertentu, 31 Juli 1927 statusnya menjadi Canisius Stichting (Yayasan Kanisius). Kepemimpinnanya pun berganti dari Rm JHJL Hoeberechts SJ ke Rm Streater SJ.

Tahun 1934 pimpinan dipegang Rm A Van Kalken SJ dengan wilayah garapan yang diperluas. Seluruh jumlah sekolah kanisius waktu itu, 368 dengan guru 1.400 orang, dan 56.000 murid.

Sebagai langkah awal pengembangan, dalam kepemimpinan Rm K Looymans SJ dikeluarkan kebijakan membuat beberapa yayasan kanisius. Yaitu, Yayasan Marsudirini, Pangudi Luhur, Tarakanita, St Yusup, Kebon Dalem, dan lain-lain.(E4-45k)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA