
| Jumat, 24 Oktober 2003 | Semarang & Sekitarnya |
Sedimentasi Sungai Beringin 3-5 Meter
SEMARANG- Masyarakat korban banjir sungai Beringin menyusuri saluran tersebut mulai dari muara di Kecamatan Tugu sampai Kampung Banjut Kelurahan Wonosari, Ngaliyan, Kamis (23/10). Selama penyusuran, mereka mengidentifikasi segala permasalahan yang ada pada sungai tersebut. Mereka terdiri atas Forum Komunikasi Lembaga Kali Santren (Fokalis), Kelompok Petani Tambak Kali Towo (Lembaga Kali Tawa), Masyarakat Pinggir Kali Beringin (Paguyuban Mangir Kalingin), Kelompok Pengojek Mangkang Wetan dan Mangunharjo (Samudra Sarana), dan Paguyuban Mangir Kalingin Wonosari. Penyusuran dimulai sekitar pukul 08.00 sampai 16.00. Dari muara, sekitar 15 orang tersebut, berjalan pelan di sepanjang tanggul sungai. Satu orang di antara mereka berada di sisi tanggul yang lain untuk memegang ujung alat ukur (meteran). Sementara rekannya berada di tanggul satunya lagi, untuk melihat hasil ukuran. Berkelak-kelok Ada lagi di antara mereka yang bertugas mencatat lebar sungai berikut sedimentasinya. Petugas yang satu ini sekaligus menuangkan kondisi sungai yang berkelak-kelok tersebut pada sebuah kertas. "Upaya ini memang akan memakan waktu lama, sebab bentuk sungai berkelak-kelok," ujar Jamal, salah seorang di antara mereka. Namun, tampaknya mereka tak patah arang. Sebab, untuk memberikan suatu rekomendasi dalam melakukan tindakan pada Sungai Beringin, harus mengetahui secara persis kondisi lapangan dan masalah yang ada pada saluran tersebut. "Ini pengukuran yang dilakukan oleh warga. Selama ini, warga hanya menerima hasil pengukuran dari pemerintah," ujar Tandiono Bawor, pemerhati masalah banjir. Jamal mengungkapkan, dari hasil penelusuran, pihaknya mendapatkan antara lain ada lima titik (tanggul) rawan longsor yang ada di wilayah RW 5 Kelurahan Mangunharjo. Selain itu, juga ditemukan adanya sedimentasi antara 3-5 meter di sepanjang sungai. (G7-73) |