
| Jumat, 24 Oktober 2003 | Internasional |
Simbol Status Para Selebritas Itu pun Resmi Pensiun Hari IniLONDON - Bagi selebritas penglaju, Concorde merupakan simbol status tertinggi, sebuah alat transportasi transatlantika yang dapat membawa orang pulang pergi New York-London dalam waktu singkat. Jet penumpang supersonik buatan bersama Inggris-Prancis itu, yang dijuluki ''Burung Cepat'' oleh para pengawas lalu lintas udara, akan menghentikan seluruh layanannya alias pensiun hari Jumat ini. Selama 27 tahun armada Concorde yang hanya dioperasikan oleh British Airways dan Air France itu menerbangkan orang-orang kaya menyeberangi Samudera Atlantika dengan kecepatan supersonik. Para bintang pop hidup dengan gaya hedonistis Concorde, meminum sampanye, dan menyantap lobster, dalam perjalanan kelas Jet Set yang melaju dua kali kecepatan suara (sekitar 2.400 km per jam) atau 2,0 Mach. Penyanyi Sting tidak dapat lagi menghitung berapa kali dia terbang menggunakan pesawat supersonik berhidung lancip tersebut, yang menimbulkan suasana romantis dalam penerbangan. Paul McCartney pernah memainkan gitarnya dan menghibur sejumlah eksekutif berwajah serius dengan menyanyikan lagu-lagu lama Beatles. Rod Stewart pernah menerbangkan penata rambutnya agar dia dapat segera mencukur rambut, sebelum tampil di sebuah konser besar. Dan, mungkin yang paling terkenal, Phil Collins tampil dalam konser amal ''Live Aid'' pada 1985 di London. Dia ke ibu kota Inggris itu naik Concorde dan kemudian pentas lagi di Philadelphia (AS), beberapa jam kemudian. Jamiroquai, vokalis Jay Kay, menyimpulkan pengalaman menggunakan penerbangan Concorde yang menggetarkan: ''Sungguh fantastis melihat matahari tenggelam, kemudian menyaksikannya terbit dan tenggelam lagi. Air Mata Menetes ''Pesawat Concorde melayang begitu tinggi, sehingga saya benar-benar melihat lengkung cakrawala, garis hitam antara siang dan malam di atas Bumi. Sebab, pesawat melintas begitu cepat. Itu benar-benar pemandangan sangat indah,'' katanya, kepada Televisi Reuters. Dipastikan banyak air mata kenangan menetes, ketika Concorde yang dioperasikan British Airways melakukan penerbangan terakhirnya dari New York ke London, Jumat ini. Penyiar veteran Inggris, David Frost, mengatakan itu akan menjadi penerbangan terakhir yang sangat menyentuh perasaannya. Dia pernah tercantum dalam Guinness Book of World Records, karena melakukan paling banyak penyeberangan Samudera Atlantik, ketika mengadakan pertunjukan di London dan New York. ''Sungguh aneh,'' katanya kepada Televisi Reuters. ''Biasanya ketika sesuatu berhasil secara teknologi, ia akan dapat bertahan hidup. Tetapi dalam kasus ini, ia berhasil dari segi teknologi namun tidak dapat bertahan hidup. Menyedihkan.'' Penyanyi opera Luciano Pavarotti, seorang pria bertubuh besar dan bersuara nyaring, tidak merasa keberatan atas kabin Concorde yang kaku. ''Saya pasti sangat merindukannya,'' katanya. Tetapi mungkin tidak demikian bagi Diana Ross, penyanyi yang ditangkap karena menyerang seorang wanita petugas keamanan yang berusaha menggeledahnya, sebelum dia memasuki pesawat Concorde pada 1999.(rtr-ben-30) |