
| Jumat, 24 Oktober 2003 | Ekonomi |
Nasabah Semarang Hanya Dapat 30.000 LotSEMARANG - Nasabah PT Bank BRI yang berada di bawah kantor wilayah (Kanwil) BRI Semarang hanya mendapat jatah (allotment) 30.000 Lot (1 lot=500 lembar saham) dari 211 juta lembar saham yang diperebutkan nasabah di seluruh Indonesia. Informasi yang diperoleh Suara Merdeka menyebutkan, jumlah tersebut diperoleh oleh 27 nasabah dengan maksimal pemesanan 2.000 lot. Bahkan, pada hari pertama pemesanan yang dibuka Rabu (22/10) pukul 08.00, hanya berlangsung 10 menit karena begitu dibuka langsung ludes diserbu nasabah. Hasil pantauan Suara Merdeka di kantor BRI Pattimura yang menjadi salah satu tempat pemesanan menyatakan, dari pagi hingga kemarin sore tempat itu tampak lengang. Meski demikian, masih terlihat beberapa nasabah mengisi formulir pengajuan untuk pembelian secara pooling. Sehari sebelumnya, tempat itu dipenuhi ratusan nasabah yang ingin membeli saham BRI. Salah satu staf bagian operasional penjualan saham mengatakan, karena penjatahan saham telah habis, nasabah hanya bisa mendapatkan saham melalui pooling. ''Kesempatan para nasabah untuk diikutkan dalam pooling hanya sampai 29 Oktober,'' jelas dia. Sementara itu bagi nasabah yang mendapat jatah pasti (refund), penerimaannya akan dilakukan setelah 31 Oktober, sedangkan yang mengikuti pooling dan refund akan dilakukan 10 November. Keuntungan Secara terpisah, Ketua Paguyuban Investor Semarang (PIES) Lukas Lukmana menyatakan, banyaknya masyarakat yang berminat membeli saham BRI salah satu motivasinya adalah untuk meraih keuntungan jangka pendek atau mendapatkan capital gain. ''Apalagi saat kini kondisi indeks pasar saham sedang membaik, di atas 650-an sehingga mereka berkeyakinan pada IPO (Penawaran Saham Perdana), saham BRI bisa naik sehingga akan mendapat keuntungan,'' tutur Lukas. Selain itu, investasi di perbankan kini sudah tidak menarik lagi berkait dengan rendahnya bunga tabungan dan deposito. Hal itu turut berpengaruh pada tingginya pemesanan saham. Jika pembelian maksimal Rp 875 per lembar, pada IPO diperkirakan naik menjadi Rp 900. ''Dengan keuntungan sekitar 8% dalam waktu kurang dari satu bulan, tentu nasabah lebih tertarik pada saham daripada bunga bank.'' Menurut Lukas, nasabah terobsesi dengan kesuksesan IPO Bank Mandiri beberapa waktu lalu sehingga nasabah berharap bisa mendapat keuntungan dari IPO BRI ini. ''Saat itu, dalam beberapa hari saja saham Bank Mandiri naik tajam, siapa tahu juga terjadi pada BRI,'' katanya. Seperti diketahui, BRI merencanakan mencatatkan sahamnya di bursa, 10 November. Saham BRI rencananya akan dijual pada kisaran Rp 700/lembar - Rp 875/lembar. (G2-82n) |