
| Jumat, 24 Oktober 2003 | Jawa Tengah - Muria |
17 Pelacur Terjaring OperasiREMBANG- Menjelang bulan puasa, Kantor Sosial Kabupaten Rembang semakin intensif melakukan operasi terhadap pelacur, pengemis, dan gelandangan. Namun, operasi yang dilakukan selama seminggu ini, Tim Koordinasi Penanggulangan Tuna Susila yang terdiri atas Kantor Sosial, Bagian Kesra, Satpol PP, dan Polres Rembang, hanya berhasil menjaring 17 pelacur yang sering beroperasi di wilayah Pantura. Adapun terhadap para gelandangan dan pengemis, tim tersebut tidak menangkap seorang pun. "Operasi ini memang untuk menertibkan para pelacur yang masih beroperasi di wilayah Rembang. Sebab, Ramadan sudah semakin dekat. Kami ingin masyarakat Rembang bisa menjalankan ibadah puasa secara khusyuk," kata Suhadi BA, Kepala Kantor Sosial Rembang. Menurutnya, operasi tersebut dilakukan di sepanjang jalan pantura. Sebab, di daerah itu sering terjadi praktik prostitusi terselubung di warung remang-remang. Ada dua tempat yang menjadi sasaran operasi, yaitu Desa Kaliuntu Kecamatan Rembang dan sepanjang jalan raya Kecamatan Lasem. Di Desa Kaliuntu dijaring 11 pelacur, sedangkan di jalan raya Lasem, tepatnya depan SLTP Lasem terjaring 6 pelacur. "Kami prihatin dengan para pelacur yang ada di Desa Kaliuntu. Sebab, sebelumnya mereka sudah berjanji tidak akan melakukan praktik di daerah itu. Namun, ketika dioperasi, mereka masih mangkal," terangnya kesal. Para palacur yang tertangkap dalam operasi tersebut tidak sepenuhnya dikenai tindak pidana ringan (tipiring). Hanya 11 pelacur yang dikenai tipiring karena dianggap melanggar Perda Pelacuran. Adapun 6 lainnya dikirim ke Panti Waluyo Tomo Jepara untuk dibina. Harapannya, setelah keluar dari panti tersebut, para pelacur itu tidak mengulangi perbuatan maksiat untuk menghidupi keluarga. "Kami tidak akan berhenti sampai di sini. Operasi akan kami usahakan terus sepanjang bulan Ramadan ini," tandasnya. (H13-58i) |