
| Rabu, 22 Oktober 2003 | Surat Pembaca |
Hati-hati Pencopet HP di Bus Jurusan Yogya
Setiap bulan saya pulang ke Yogyakarta naik bus. Akhir Agustus 2003 dalam perjalanan tersebut terjadi pencopetan HP. Korban menuduh orang di samping kirinya, namun dia digertak agar jangan asal menuduh. Akhirnya dia turun dan melaporkan kepada polisi setempat. Berikutnya ada beberapa pengamen naik, sebagian lagunya menyindir profesi copet. Salah seorang "penumpang" yang diduga pencopet memukul pengamen. Dia berdalih lagu tersebut tidak sopan. Orang tersebut gerak-geriknya mencurigakan. Setelah jumlah penumpang yang berdiri makin banyak, kelompok pencopet tersebut berdiri dan memulai aksinya sehingga menambah nestapa daftar orang-orang yang kehilangan HP. Ciri-cirinya, mereka bekerja tim (2 orang), berpakaian keren kadang berjaket, bersih, tegap dan berotot. Umur sekitar 30 tahun, membawa tas besar (seperti tas kerja cangklong di bahu). Posisi tas di depan dan reslitingnya sedikit terbuka. Hari Sabtu pilihan utamanya. Mereka beraksi di bus bagian belakang dan langsung turun setelah aksinya berhasil. Cara kerjanya, memepet korban dari samping dan belakang (korban posisi berdiri) dan memepet dari kiri-kanan (untuk korban posisi duduk). Target utama HP baik di kantong atau dalam tas. Daerah yang rawan seperti Kalisari Semarang, Karangjati Ungaran, Pasar Manuk (Bawen) dan Pasar Ambarawa. Mengapa kejahatan di dalam bus makin meningkat?. Hal ini karena setiap penumpang mencari keselamatan dirinya sendiri, perjalanan jauh sehingga melelahkan atau sedang sendirian. Kondektur dan sopir sebenarnya tahu, tapi pura-pura tidak tahu. Mungkin imej perusahaan akan buruk atau takut perlakuan balas dendam oleh pelaku kejahatan. Mereka juga segan atau ragu untuk melaporkan kepada aparat karena akan berakibat "mengatasi masalah dengan masalah". Saya imbau penumpang memproteksi diri sendiri dan menjaga barang berharga dalam perjalanan, apalagi bulan Ramadhan dan Lebaran sudah dekat. Bulan tersebut merupakan kegiatan tahunan yang ditunggu-tunggu pencopet dan pelaku kejahatan lainnya. Muhammad Noor
***
Panen Tembakau yang Mengecewakan
Tahun ini banyak petani menanam tembakau apalagi musimnya baik sekali dengan hasil yang bagus pula. Tetapi tembakau kali ini tidak laku. Hal tersebut membuat para petani kecewa sehingga sebagian tanaman tembakaunya tidak dipetik. Selain itu petani juga merusak tanaman tembakaunya karena kesal. Mungkin pada tahun mendatang para petani tidak mau menanam tembakau lagi.Yang saya bingungkan, mengapa tembakau tidak laku, padahal jumlah perokok masih banyak. Menanam tembakau sangat sulit dan membutuhkan biaya banyak dan perawatan khusus. Sekarang para petani menderita kerugian besar. Uangnya habis untuk membiayai tanaman tembakaunya, tetapi hasilnya tidak laku. Akibat kerugian tu mereka tidak bisa membiayai sekolah anaknya. Saya berharap para pengusaha rokok mau membeli tembakau agar tidak mengecewakan para petani yang sudah bersusah-payah menanamnya. Erni Kurniawati
***
Bengkel H & S Tegal yang Mengecewakan
Tanggal 22 September lalu saya memperbaiki cilinder block GL Pro Neo Tech ke bengkel PT H & S di Jl Ternate Tegal yang langsung diterima dengan pelayanan cukup ramah. Biayanya Rp 65.000 dengan janji sorenya barang dapat diambil. Sore hari saya mengambil, tetapi belum jadi. Menurut penjelasannya cilinder block harus diratakan, dan saya diminta menambah ongkos Rp 40.000 hingga total Rp 105.000. Setelah barang jadi langsung dipasang pada motor dan mesin dihidupkan. Ternyata motor yang baru overhaull dengan spare part baru tersebut mengeluarkan asap tebal dengan kata lain oli ikut terbakar. Terpaksa mesin dibongkar ulang dan setelah dicek montir saya ternyata cilinder liner-nya tidak rata atas dengan bawah (ngantong). Paginya barang saya bawa kembali ke H & S tapi pemilik mengatakan bengkel tutup, sehingga kembali besoknya lagi bersama montir saya. Namun pelayanan bengkel tersebut mengecewakan. Dengan membawa alat ukur Cilinder Bord Guide, dia mengatakan hasil perbaikan cilinder block -nya sudah benar. Dia bahkan menyalahkan ring piston Honda saya karena bukan asli dan buatan Aspira. Saya disuruh ganti ring yang asli. Setelah ring piston saya ganti ternyata hasilnya tetap sama, oli ikut terbakar. Dengan terpaksa mesin dibongkar lagi dan cilinder block saya bawa ke bengkel lain. Ternyata kesalahan ada pada block-nya dan saya harus keluar biaya lagi untuk perbaikan. Setelah itu mesin dapat hidup sempurna tanpa keluar asap. Yang saya sesalkan, bengkel H & S sudah punya reputasi dan kesalahan ada pada anak buahnya tetapi seolah-olah lepas tanggung jawab. A Johari BA
***
Berantas Narkoba
Sekarang ini semakin banyak siswa-siswi SLTP/SLTA mengkonsumsi narkoba, dengan ara menyalahgunakan kebebasan yang diberikan orang tuanya. Kepolisian juga kurang tegas dalam pemberantasan narkoba sehingga peredarannya makin luas. Inilah salah satu pemicunya. Mereka dapat bebas dan berbuat sesuka hati yang berakibat terjerumus ke obat-obatan terlarang itu. Sekarang saatnya kita berantas narkoba dan jangan sampai masa depan anak bangsa rusak. Masa depan mereka adalah masa depan bangsa. Thika Marhaen D
***
Askes, Saya Bertanya
Saya peserta Askes golongan II dari pensiunan PNS daerah. Tahun 1984 pernah berobat rawat inap. Dokter menyatakan saya menderita sakit syaraf. Karena waktu itu RSUD tempat saya bekerja belum ada dokter spesialis syaraf, saya ditangani dokter umum. Dua puluh hari menjalani rawat inap, saya dinyatakan sembuh. Selang beberapa bulan penyakit saya kambuh lagi bahkan terasa lebih parah. Dengan pertimbangan masih harus membiayai anak-anak sekolah, saya memutuskan menunda pengobatan. Setelah semua anak mandiri dan saya menikmati masa pensiun, saya ingin kembali berobat dengan fasilitas Askes. Yang menjadi pertanyaan, apakah biaya pengobatan yang amat besar (menurut ukuran saya), karena misalnya harus operasi masih ditanggung Askes. Kalau ya, berapa % yang ditanggung peserta dan apakah semua biaya harus dibayar tunai dulu oleh peserta, baru kemudian Askes mengganti. Penundaan pengobatan penyakit saya, antara lain juga karena faktor biaya. Terus terang kemampuan saya terbatas. Mohon jawaban. Marsum Bayu Suwimbo |