logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 22 Oktober 2003 Olahraga  
Line

Peraturan Kejurnas Atletik Rugikan Jateng

JAKARTA - Peraturan Kejuaraan Nasional Atletik Yunior 2003 yang berlangsung dari 19 hingga 22 Oktober di Stadion Madya Gelora Bung Karno, dinilai merugikan kontingen Jateng.

Penilaian itu dikemukakan Manajer Tim Jateng Jojon Siswanto di Jakarta, kemarin. Kubu Jateng sudah mengajukan protes kepada panitia, namun sampai semalam protes itu tak mendapat tanggapan serius.

''Waktu temu teknik diputuskan kalau atlet SEA Games hanya boleh turun pada satu nomor. Namun ada atlet yang turun dalam dua nomor. Atlet itu adalah Evi Wulandari. Dia tampil pada nomor 100 meter dan 200 meter,'' jelas Jojon dengan nada emosional.

Tim Jateng, lanjut dia, sangat mematuhi aturan yang disepakati pada temu teknik Sabtu lalu. Trianingsih yang potensial meraih medali pada nomor 5.000 meter dan 10.000 meter hanya turun pada 5.000 meter. Semua itu dilakukan karena peraturan tersebut.

Terhadap protes Jateng, Ketua Panpel Sumartoyo mengatakan, keikutsertaan Evi Wulandari dimaksudkan untuk seleksi estafet 100 meter SEA Games 2003. ''Kalau ada kebijakan seperti itu, tentu kami bisa memahami. Namun biarkan atlet kami juga bisa turun dalam dua nomor,'' tukas Jojon.

Menurut dia, Jateng kehilangan beberapa medali akibat aturan itu. Mujiyanto hanya turun pada 3.000 meter halang rintang dan absen di 1.500 meter.

Dua Emas

Jojon menuturkan, Jateng telah memperoleh dua emas melalui Sobhikin pada nomor lempar cakram dan Dian Kartika di nomor tolak peluru putra. ''Kami juga dirugikan pada 100 meter putri. Sih Hernawati hanya berada pada urutan keenam dari delapan pelari. Sih kehilangan konsentrasi, karena pertandingan dibatalkan sampai dua kali,'' imbuh Jojon.

Dia tak hanya mengeluhkan peraturan pertandingan. Guru SLTP di Salatiga ini juga mengeluhkan perhatian Pengda PASI Jateng.

''Pengda hanya mengirim atlet sesuai kuota PASI. Mereka hanya mendanai 12 atlet dan dua ofisial. Kenapa pengda tak mau membiayai atlet lain.''

Dia melanjutkan, beberapa pengcab yang mendanai atlet ke Jakarta adalah Rembang, Pati, Kendal, Purbalingga, Pekalongan, Wonosobo, Sragen dan Kudus. Kontingen Jateng sebenarnya pantas berbangga. Tiga atlet Jateng berhasil memecahkan rekor, yakni Mujiyanto pada nomor halang rintang, Sobikhin (lempar cakram) dan Trianingsih (5.000 meter). (D3-59)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA