logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 22 Oktober 2003 Olahraga  
Line

Sumaryoto Tersingkir di Putaran Pertama

JAKARTA-Jacob Nuwa Wea dan Nurdin Halid lolos dari voting putaran pertama pemilihan ketua umum PSSI, pada kongres ke-33 di Jakarta, semalam. Satu calon lainnya, Ketua Pengda PSSI Jateng Sumaryoto tersingkir.

Dari 353 suara yang diberikan pada putaran pertama, Jacob meraih 134 suara, Nurdin Halid 131 suara dan Sumaryoto 88 suara.

Sesuai aturan, dua peraih suara terbanyak bersaing lagi pada voting putaran kedua, yang sampai berita ini diturunkan pukul 23.30 WIB masih berlangsung. Voting putaran pertama dimulai pada pukul 19.30 WIB dan baru berakhir pada pukul 21.55 WIB.

Saat penghitungan suara putaran pertama sempat terjadi sedikit kericuhan pada pukul 21.00 WIB, ketika beberapa suporter yang berada di balkon atas selalu meneriakkan kata-kata yang keras ketika nama Jacob disebut.

Hal itu membuat peserta kongres yang duduk di bawah balkon merasa gerah dan menantang para suporter untuk turun berkelahi. Tetapi hal itu dapat diredakan setelah pimpinan sidang meminta para suporter yang ada di balkon tidak lagi berteriak-teriak.

Mengindaan Jadi Rebutan

Sekalipun dirinya tidak terpilih sebagai ketua umum PSSI periode 2003-2007, bahkan sudah gugur dalam penentuan kandidat yang dilakukan sehari sebelumnya, mantan Gubernur Sulut Erent Evert Mangindaan tetaplah menjadi salah satu bintang dalam Kongres Ke-33 PSSI di Hotel Indonesia, Jakarta.

Bagaimana tidak? Dia sejak awal sudah menjadi bahan rebutan kandidat ketua umum PSSI lainnya. Dengan demikian, sekalipun nantinya Lape - demikian dia biasa disapa- gagal merebut kursi kepemimpinan di PSSI yang ditinggalkan Agum Gumelar itu, dia sudah dipastikan menjadi salah satu pengurus teras.

Itulah memang kenyataannya. Baik Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jacob Nuwa Wea, Sumaryoto, maupun Nurdin Halid, sudah secara resmi ''meminangnya''.

Artinya, siapa pun di antara tiga kandidat tersebut yang akhirnya terpilih sebagai ketua umum PSSI, Lape dipastikan akan masuk dalam kepengurusan.

Di sisi lain, Lape sendiri pada dasarnya tidak kecewa karena gagal maju ke pertarungan akhir perebutan kursi ketua umum PSSI periode 2003-2007 tersebut.

''Sejak awal saya sudah katakan, buat saya jabatan ketua umum bukanlah segala-galanya. Ada yang lebih penting dari itu, yaitu pengabdian kepada sepak bola,'' papar Lape, dalam perbincangan dengan wartawan Selasa (21/10) siang di Hotel Indonesia.

Kendati demikian, Lape sedikit mengisyaratkan kegundahannya karena dengan gagal melaju ke pertarungan akhir itu, pupus pula keinginannya untuk menyampaikan visi dan misinya kepada peserta kongres.

Lape mengaku sedikit tertantang untuk mengetahui visi dan misi tiga kandidat ketua umum yang sudah ditetapkan malam sebelumnya. (wgm,A4,C10-22)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA