
| Rabu, 22 Oktober 2003 | Semarang & Sekitarnya |
Pemkot Inventarisasi Masalah
CANDISARI- Pemkot akan melakukan inventarisasi masalah talud retak di Kelurahan Karanganyar Gunung. Hasilnya akan digunakan sebagai landasan kebijakan Pemkot untuk menangani masalah tersebut. Talud itu mengancam puluhan warga, antara lain di RW 10 Kelurahan Jomblang yang tinggal di bawah talud tersebut. Lurah Jomblang Winarno, sampai kemarin masih mendata persoalan warga. Dia juga sudah mendatangi lokasi untuk mengetahui kondisi sebenarnya. Dia juga mengatakan, Pemkot akan mengundang pihak pengembang Candi Asri, lurah Karanganyar Gunung dan para pemilik rumah yang disangga talud itu, untuk bertemu di ruang sekda. Pertemuan itu untuk menerima berbagai masukan dari warga, sekaligus mencari solusinya. ''Pertemuannya Rabu besok (hari ini-Red),'' katanya. Dia meminta warga mewaspadai kemungkinan terjadinya longsoran, terutama pada saat turun hujan. Kelurahan juga akan menyiagakan tim satuan pelaksana penanggulangan bencana (Satlak PB). Berbagai laporan dari warga meminta agar talud itu segera diperbaiki. Mereka meminta agar talud itu diperkuat dengan penyangga miring. Kemudian bagian bawah talud dipelester, sebab saat hujan air selalu menggerogoti bagian bawahnya. Talud itu tingginya bervariasi. Ada yang 2,5 meter, tetapi ada pula yang sampai ke 15 meter. Warga sudah berusaha bertemu langsung dengan pengembang. Namun selalu mengalami kesulitan. ''Warga sangat ingin bertemu langsung dengan pengembang,'' kata dia. Menurut dia, idealnya talud itu dibuat dengan konstruksi seperti membuat pondasi rumah. Namun berdasarkan laporan warga yang mengetahui proses pembangunan talud itu, konstruksi tidak dibuat seperti itu. Menurutnya, talud berikut puluhan bangunannya di atasnya masuk wilayah Kelurahan Karanganyar Gunung. Tetapi, warga yang terancam ada di wilayah Kelurahan Jomblang. Kekuatan Air Sementara itu, pakar infrastruktur Undip Robert J Kodoati Phd mengatakan, kekuatan talud harus dikaji lagi. Bukan hanya dari sisi teknik sipil saja, tetapi juga dari geoteknik. Upaya yang bisa dilakukan adalah melakukan pengeboran untuk mengetahui lapisan-lapisan tanah tebing itu. Hal itu bisa digunakan untuk menghitung kekuatan air dalam menekan talud tersebut. ''Semakin tinggi dan luas talud itu, tekanannya semakin besar,'' kata dia.
Sedangkan Andu Siswanto yang mengaku sebagai tokoh masyarakat Perumahan Candi Asri mengatakan, setahu dia antara warga di bawah talud dan di atas tidak ada masalah. Maka dia cukup kaget ketika masalah itu dikemukakan pada dialog interaktif dengan Wali Kota. Berkaitan dengan penanganan masalah itu oleh Pemkot, dia menyatakan belum akan berkomentar. ''Tidak masalah jika Pemkot membuat tim untuk mengkaji masalah itu.'' (G17,G6-73) |