logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 22 Oktober 2003 Internasional  
Line

Al-Fayed Minta PM Blair Sidik Kematian Diana

LONDON - Mohamed al-Fayed, yang putranya (Dodi al-Fayed) tewas dalam kecelakaan mobil bersama Putri Diana, mendesak PM Inggris Tony Blair untuk mengadakan penyidikan penuh atas kecelakaan itu.

Dia melakukan desakan itu, setelah sepucuk surat rahasia menunjukkan Diana telah memprediksikan kematiannya sendiri. Surat tersebut ditulis mantan istri Pangeran Charles itu, tidak lama sebelum dia tewas kecelakaan mobil di Paris.

Surat rahasia tersebut diungkapkan Senin lalu oleh Paul Burrell, seorang mantan pelayan Diana, kepada koran The Mirror.

Fayed, pemilik toko eksklusif Harrods di London, mengatakan: ''Publikasi surat Diana itu menguatkan kecurigaan yang sudah sering saya dengar selama ini, namun diabaikan.''

''Perdana menteri sekarang harus mengakui, inilah saat yang tepat untuk melakukan penyidikan publik secara penuh. Penundaan penyidikan hanya akan memperlihatkan, seakan-akan PM berkolusi untuk menutup-nutupi kasus itu dan rakyat negara ini tidak akan dapat menerimanya.''

Fayed telah berulang kali mengklaim bahwa Diana dan putranya dibunuh oleh dinas rahasia Inggris. Sebab, hubungan mereka mempermalukan keluarga Kerajaan Inggris.

Tak Didengar

Diana meninggal bersama kekasihnya, Dodi, ketika mobil Mercedes yang disopiri Henri Paul mengalami kecelakaan di sebuah terowongan Paris, 31 Agustus 1997. Sedan itu melaju cepat dari Ritz Hotel.

Dalam sepucuk surat yang menurut Burrell ditulis Diana pada Oktober 1996, dan diberikan kepadanya untuk disimpan, sang putri mengatakan seseorang berencana membunuhnya dalam suatu kecelakaan mobil.

Orang atau organisasi, yang menurut surat itu berencana membunuhnya, tidak dapat disebutkan karena alasan hukum. ''Dalam hidup saya, ini merupakan fase paling berbahaya,'' tulis Diana.

''Seseorang merencanakan kecelakaan pada mobil saya, rem blong, juga luka kepala serius, dengan tujuan memuluskan jalan bagi Charles untuk menikah lagi.''

Fayed berulang kali menyerukan penyidikan oleh Inggris mengenai kematian Diana-Dodi. Tetapi dia mengatakan, seruannya kepada Blair bagaikan ''diterima oleh telinga tuli''.

Sebuah penyidikan oleh otoritas Prancis pada 1999 menetapkan, peristiwa itu kecelakaan murni gara-gara Paul mabuk saat mengendarai mobil yang dipacu terlalu cepat.

Otoritas Paris mengatakan tidak ada rencana untuk membuka kembali kasus itu. ''Dokumen Diana secara pasti telah ditutup,'' kata sebuah sumber.(rtr-ben-30)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA