logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 22 Oktober 2003 Internasional  
Line

AS Pakai Anjing, Rakyat Irak Marah

BAGDAD - Para serdadu pendudukan Amerika melepaskan tembakan ke udara di depan ribuan pegawai Pemerintah Irak, yang menggelar aksi protes di Bagdad, Selasa kemarin.

Aksi protes tersebut pecah, setelah para pegawai negeri tersebut mendengar pasukan Amerika telah menahan seorang wanita, karena wanita itu menolak digeledah dengan menggunakan anjing pelacak.

Para prajurit AS melepaskan beberapa tembakan ke udara untuk membubarkan massa yang marah di sebuah kompleks gedung pemerintah di Bagdad, yang meliputi kantor kementerian perminyakan, listrik, perdagangan, dan irigasi.

Tidak ada laporan mengenai korban jiwa. ''Saya telah bekerja di sini 27 tahun, dan kini mereka menggeledah kami dengan menggunakan anjing. Kami muslim,'' kata Saadiya Ahmad, seorang teknisi kementerian perminyakan.

Seorang pria yang mengaku bernama Sabeeh, mengatakan pasukan AS memborgol seorang pegawai wanita dan memaksanya berdiri di tengah terik matahari selama satu jam.

Sebab, wanita tersebut menolak diperiksa oleh anjing pelacak. Beberapa orang mengatakan, wanita itu membawa Alquran dalam tasnya, yang membuat dia makin keras menolak penggeledahan tersebut. Tidak ada komentar dari militer AS.

Anjing-anjing pelacak sering digunakan untuk menggeledah para pegawai di kementerian-kementerian pemerintah Irak, guna menemukan bahan peledak, sebagai langkah pencegahan serangan bom.

Setiap Hari

Zainah Assim, seorang pegawai Kementerian Perminyakan Irak, mengatakan dia telah berusaha menjelaskan kepada para GI (government issue - julukan serdadu AS), ketika rekan wanitanya menolak penggeledahan dengan menggunakan anjing pelacak.

''Saya katakan pada mereka agar menghentikan penggeledahan dengan cara itu. Tetapi, seorang wanita tentara AS malah menampar wajah saya,'' katanya. ''Setiap hari anjing-anjing mengendus tas-tas kami dan air liurnya membasahi barang-barang kami.''

Berita mengenai insiden tersebut menyebar seperti kobaran api di kalangan pegawai kementerian, yang mulai berdatangan untuk bekerja, Selasa pagi kemarin.

''Hancurkan AS!'' teriak massa yang marah, ketika seseorang mulai melambai-lambaikan bendera Irak. ''Tegakkan kepalamu! Kalian adalah bangsa Irak,'' teriak mereka.

Ketika Ibrahim Bahr al-Uloum, menteri perminyakan yang diangkat oleh Dewan Pemerintahan Irak (bentukan AS) berjalan menuju kementeriannya, dia segera disambut teriakan: ''Pergi! Pergilah kau antek asing!''(rtr-ben-30)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA