
| Rabu, 22 Oktober 2003 | Jawa Tengah - Pantura |
Pasar Tumpah dan Takbir Keliling Topik Rakor Pengamanan LebaranPEKALONGAN- Kemacetan lalu lintas akibat pasar tumpah dan takbir keliling menjadi topik pembahasan pada rapat koordinasi (rakor) pengamanan Lebaran di Aula Mapolwil Pekalongan, Senin (20/10) lalu. Pada rakor yang diikuti jajaran Polres, Pemkab/Pemkot, LLAJR sewilayah Polwil Pekalongan itu, Kapolwil Kombes Drs Ikhlas Yusuf mempertanyakan, siapa yang bertanggung jawab terhadap penanganan pasar tumpah yang setiap tahun menjadi problem itu. ''Pembahasan soal pengamanan Lebaran tahun ini harus dapat menciptakan kesepakatan bersama mengenai penanganan pasar tumpah,'' ujar Kapolwil. Selain itu, dia juga memprediksi terjadinya penyempitan jalan-jalan di kota akibat banyak pedagang yang menggelar barang dagangannya di ruas-ruas jalan raya. Masalah itu harus diwaspadai sedini mungkin, sehingga arus mudik Lebaran bisa lancar dan kemacetan lalu lintas bisa dihindari. ''Penanganan pasar tumpah setiap tahun sangat memprihatinkan. Sebab, tak satu pun instansi yang mau bertanggung jawab,'' katanya. Untuk itu dia menyarankan agar penanganannya dilakukan sedini mungkin melalui sosialisasi kepada semua pedagang di pasar. Soal biaya juga harus dibahas bersama, siapa yang akan memikul. Kabagop AKBP Drs Mukhlis AS dalam paparannya memprediksi, sedikitnya ada empat pasar tumpah yang harus diwaspadai menimbulkan kemacetan arus mudik dan balik nanti. Yaitu pasar Batang, pasar Wiradesa Kabupaten Pekalongan, pasar Beji Pemalang, dan pasar Bumiayu Brebes (jalur selatan). Untuk mengatasi pedagang, disarankan masing-masing pemkab segera mengambil langkah penertiban pedagang pasar. Masalah lain yang menghambat arus mudik, antara lain kondisi jalan yang bergelombang dan rusak, lintasan KA, rambu-rambu, dan marka jalan yang tidak jelas. Drs Edy Toto MM, Asisten I Sekda Kabupaten Pekalongan, menyampaikan keluhannya soal takbir keliling pada malam Lebaran. Pihaknya minta bantuan polisi agar takbir keliling bisa berjalan lancar tanpa menimbulkan kemacetan lalu lintas. Juga dikeluhkan soal banyaknya angkutan arus mudik yang menggunakan kendaraan tak laik jalan. Mengenai takbir keliling, lanjut Kabagop, akan dikawal oleh polisi. Hal itu dilakukan agar rombongan takbir tidak terpencar yang bisa mengakibatkan kemacetan. Soal kekurangan rambu-rambu dan jalan bergelombang, ucap KUPT LLAJ Wilayah Pekalongan Abdul Gofar, sepanjang jalur pantura sudah dipasangi 500 rambu lalu lintas. Namun, rambu-rambu baru itu sebagian ada yang hilang diambil pemulung. (P57-49j) |