logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 22 Oktober 2003 Jawa Tengah - Banyumas  
Line

Pendaftaran Hari Pertama Sepi

BANYUMAS - Hari pertama pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Banyumas, Selasa (21/10) kemarin, masih relatif sepi. Loket-loket pendaftaran yang disediakan pihak Kantor Pos Pusat Purwokerto dan cabang di masing-masing kecamatan tampak lengang.

Untuk pendaftaran CPNS, Kantor Pos Pusat Purwokerto menyediakan lima loket. Loket pertama guna pendaftar luar daerah Banyumas, loket dua sampai lima untuk kabupaten ini. Petugas yang disiapkan 14 orang. Adapun cabang hanya satu loket.

Pendaftaran relatif ramai hanya pada waktu pertama kali dibuka sekitar pukul 08.00. Pendaftar sempat antre namun tidak sampai membeludak. Itu pun hanya berlangsung tidak lebih dari 10 menit. Setelah itu, pendaftar yang dilayani dalam dua shift, pagi hari, pukul 08.00-14.00 dan siang, pukul 14.00-21.00 tidak begitu banyak. Setiap jam rata-rata antara 10-20 orang. Sementara pendaftaran lewat kantor cabang dilayani dari pukul 08.00-13.00.

Masih Longgar

Wakil Kepala Pemeriksa Kantor Pos Purwokerto Ari Parnoto, ketika ditemui kemarin mengatakan, sampai pukul 14.00 (rekap pertama) mereka yang telah memasukkan lamaran lewat kantor pos pusat 364 orang, sedangkan melalui cabang sekitar 118 orang.

Pendaftar yang sepi, kata Ari, kemungkinan disebabkan waktu pendaftaran lebih lama, yakni lima hari, sejak kemarin (Selasa 21/10) sampai Sabtu (25/10) mendatang.

''Jadi waktunya masih longgar. Selain itu, formasi yang dibutuhkan di sini juga minimal harus lulusan D3 dan SI. Lain kalau lulusan SLTA juga diperbolehkan, pasti peminat akan banyak,'' jelas dia.

Dari pantauan, mereka yang mendaftar tersebut kebanyakan dari pegawai tidak tetap (PTT), tenaga honorer, dan guru bantu. Pada 2003 ini, di Kabupaten Banyumas PNS yang dibutuhkan 110 orang. Terdiri atas 80 orang untuk formasi pendidik (guru), 15 orang tenaga kesehatan, dan 15 orang lagi untuk formasi tenaga teknis lainnya.

Pendaftar yang sepi tersebut ternyata berbeda bagi para penjual soal-soal ujian CPNS. Justru sebaliknya, soal-soal ujian CPNS yang mereka dasarkan banyak dibeli baik calon peserta ujian maupun masyarakat umum.

Sudarminto (53), salah satu penjual soal ujian asal Yogyakarta menuturkan, soal ujian yang dia bawa banyak diminati karena dilengkapi dengan materi pembahasan dan masih relatif baru, soal ujian CPNS 2002 lalu.

''Hari pertama saya bawa 176 soal, sampai siang ini (pukul 13.00) sudah laku sekitar 100 eksemplar. Satu soal saya jual antara Rp 7.500 sampai 10.000. Yang banyak diminati adalah soal untuk tes umum, kesehatan, dan matematika,'' ujar Sudarminto yang mengaku berjualan secara berkelompok, tersebar di setiap kabupaten yang ada seleksi CPNS. (G22-20s)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA