
| Rabu, 22 Oktober 2003 | Jawa Tengah - Muria |
18.000 Anak Butuh Orang Tua AsuhREMBANG - Jumlah anak sekolah yang membutuhkan orang tua asuh di Rembang semakin meningkat. Hingga Oktober ini, tercatat sekitar 18.000 anak yang masih menunggu uluran tangan dari Pemerintah Kabupaten Rembang dan masyarakat untuk menjadi orang tua asuh. Padahal, kemampuan masyarakat Rembang dan Pemkab Rembang guna membantu mereka sangat terbatas. Melalui Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA) Rembang, anak sekolah yang baru bisa ditampung hanya 2.300 orang. Jika permasalahan tersebut tidak segera ditangani, dikhawatirkan anak sekolah yang drop out di Rembang semakin meningkat. "Ada sekitar 18.000 anak sekolah SD dan SLTP yang butuh orang tua asuh. Tapi, dana kami sangat terbatas untuk membantu mereka," kata Ny Tuti Hendarsono, Ketua GNOTA Rembang. Pada 2003 ini, dana guna membantu 2.300 anak yang kurang mampu melanjutkan sekolah sangat terbatas Rp 100 juta dari dana APBD II. Padahal, masih 18.000 anak yang menunggu bantuan dari GNOTA Rembang. Karena itu, untuk anggaran APBD II 2004 mendatang, GNOTA Rembang meminta tambahan alokasi dana. Dana yang dibutuhkan untuk membantu 18.000 anak kurang mampu itu, diperkirakan Rp 800 juta. Dana tersebut masih akan ditambah melalui partisipasi masyarakat sekitar Rp 200 juta. Dengan demikian, dalam 2004 mendatang, GNOTA membutuhkan dana Rp 1 miliar guna membantu anak yang kurang mampu. "Paling tidak, kami butuh dana Rp 1 miliar untuk membantu anak-anak yang kurang mampu." Menurutnya, kebutuhan dana tersebut bagian dari upaya mengentaskan kemiskinan di Rembang. Sebab, kemiskinan di Rembang tak lepas dari faktor pendidikan yang kurang memadai. (H13-80s) |