
| Rabu, 22 Oktober 2003 | Jawa Tengah - Muria |
Proyek Disdiknas Belum Ditenderkan
BLORA- Setelah dipertanyakan banyak pihak termasuk Dewan yang akan meminta klarifikasi, kemarin mulai dilakukan pendaftaran prakualifikasi rekanan proyek di lingkungan Dinas Pendidikan Nasional (Disdiknas) Kabupaten Blora. Kasi Kurikulum Sub-Dinas Pendidikan Dasar Disdiknas Blora Drs Sri Widodo yang juga ketua pantia lelang mengakui, pihaknya mulai Selasa kemarin membuka pendaftaran untuk prakualifikasi tersebut. "Memang benar, mulai hari ini (kemarin-Red) kami mulai membuka prakualifikasi," jelasnya kepada Suara Merdeka, kemarin. Dia optimistis dengan beberapa tahapan yang masih harus dilalui, yakni pengumuman prakualifikasi dan lelang. "Saya kira masih cukup waktu untuk menyelesaikan proyek fisik TK, SD, dan SLTP," ujarnya. Berapa paket proyek di lingkungan kantornya pada tahun anggraran 2003? Dia menjelaskan, ada 61 paket meliputi paket TK/SD sebanyak 45 buah dan sisanya paket SLTP, SMU, dan ruang perpustakaan. Sebagaimana diketahui, Ketua Komisi D DPRD Blora Ir Lilik Sugiyanto merencanakan akan meminta klarifikasi ke Dinas Pendidikan Nasional (Disdiknas) menyusul hingga pertengah Oktober ini belum dilakukan lelang proyek di lingkungan kantor tersebut. Anggota Dewan dari FPDI-P itu mengemukakan, klarifikasi tersebut untuk mengetahui sebenarnya ada kendala apa, sehingga tender proyek belum dilakukan. Apalagi, saat ini muncul kekhawatiran banyak pihak bahwa penyelesaian proyek akan keponthal-ponthal. Tinggal Dua Bulan Baik Lilik maupun sejumlah rekanan di Blora menyarankan, demi efektivitas waktu mestinya sambil menunggu perencanaan rampung, saat ini Disdiknas bisa melakukan prakualifikasi kontraktor. Sejumlah rekanan di Blora juga mempertanyakan mengapa hingga pertengahan Oktober ini belum ada tanda-tanda pekerjaan proyek di lingkungan Dinas Pendidikan Nasional ditenderkan. Para rekanan mengkhawatirkan waktu efektif yang tinggal dua bulan. Soal proses perencanaan, Sri Widodo mengatakan, pada akhir Oktober ini bisa rampung. "Kami berharap, pada 30 Oktober ini perencanaan rampung, sehingga bisa segera dilakukan tender," ungkapnya. Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Setda Blora Slamet Pamudji SH ketika dihubungi menjelaskan, mengingat waktu penyelesaian proyek di lingkungan Disdiknas ynag mendesak, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan daftar isian proyek lanjutan (DIPL). "Jika nanti waktunya mepet, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan DIPL atau dengan cara lain. Namun, mudah-mudahan bisa rampung sebelum tahun anggaran habis," ujarnya. (ud-80e) |