
| Rabu, 22 Oktober 2003 | Jawa Tengah - Muria |
Hasil Tangkapan Sepi, Nelayan Tombok
REMBANG- Para nelayan tradisional di Rembang resah. Sebab, ikan tangkapan dari laut sedikit. Meski demikian mereka terus bekerja, kendati sering tombok. Hal itu terjadi sekitar tiga tahun. Namun pada bulan-bulan terakhir ini keadaannya makin parah karena ikan sulit dicari. Itulah yang dirasakan sebagian besar nelayan. Mereka sudah mengubah pola kerja. Nelayan, yang biasanya menggunakan jaring pejer untuk menangkap rajungan, kini menggunakan jaring dogol untuk mencari ikan teri. Ada pula nelayan nekat mencari ubur-ubur atau apa saja hasil laut yang bisa diuangkan. Namun semua itu tak dapat mendongkrak perekonomian mereka. "Sudah tiga bulan ini saya tidak bisa nyicil bank. Karena, ikan sepi," kata Mulyati, istri nelayan Desa Gegunung Kulon, Kecamatan Kota Rembang. Kalaupun sang suami mendapat hasil, uangnya hanya cukup untuk makan. Hasil penjualan ikan tangkapan yang diharapkan bisa untuk mengangsur ke bank ternyata meleset. Mereka pun sering tombok karena hasil tak sebanding dengan perbekalan. Lautan selama ini menjadi satu-satunya sumber penghidupan mereka. Namun sekarang tak bisa lagi mereka iharapkan. Tak pelak, nelayan pun resah. Sebab, mereka punya banyak tanggungan seperti membayar rekening listrik, menyekolahkan anak, dan untuk makan sehari-hari. Beberapa istri nelayan mengakui kebingungan mengatur uang pendapatan suami. Uang itu tak cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. "Sudah tiga bulan ini saya tidak bisa menyisihkan uang untuk biaya sekolah anak. Kami juga menunggak pembayaran rekening listrik dua bulan," kata istri nelayan lain, yang malu namanya disebutkan. Pertahankan Hidup Namun bukan berarti semua warga nelayan miskin upaya. Di tengah situasi sulit mereka berjuang mempertahankan hidup. Cara mereka bermacam-macam. Ada yang mencari pekerjaan sambilan, ada pula yang mencari pinjaman untuk modal mendirikan toko atau usaha lain. Ada di antara mereka sekarang berhasil, sehingga tak lagi mengandalkan pendapatn dari mencari ikan di laut. Beberapa nelayan menuturkan ikan sepi dipengaruhi oleh banyak faktor. Namun yang paling memengaruhi, sekarang banyak nelayan menggunakan peralatan canggih dan kerusakan lingkungan pun makin parah. Seorang tokoh nelayan menuturkan sekarang banyak nelayan kurang memperhatikan masa depan anak cucu. Mereka seenak hati menggunakan alat tangkap, tanpa memikirkan dampak negatifnya. "Sekarang banyak jaring pejer yang bisa merusak lingkungan karena mata jaringnya cukup rapat. Apalagi penggunaan jaring lain pun bisa memunahkan ikan di laut," katanya.(jl-80g) |