
| Rabu, 22 Oktober 2003 | Jawa Tengah - Pantura |
Gara-gara WIL, Suami DiceluritPEMALANG - Derita Turah Puji Astuti (48) karena suaminya Muslichin Gondo Prayitno (58) punya wanita idaman lain (WIL) tak tertahankan lagi. Maka, ketika dia mendapati lelaki yang sudah menemaninya selama belasan tahun itu sedang tidur pulas, dia mengambil celurit dan membabat perutnya, kemarin pagi. Peristiwa itu seketika menggemparkan warga RT 2 RW 5, Desa Bojongnangka, Pemalang. Perempuan yang mengaku suka ''mengudara'' di berbagai radio dengan nama Bu Hebring itu segera diamankan oleh pihak berwajib. Sedangkan sang suami dilarikan ke rumah sakit di Semarang karena lukanya yang cukup parah. ''Saya menyesal telah berbuat seperti itu, dan siap dihukum penjara,'' ucapnya di ruang Reskrim Polres Pemalang, kemarin. Dituturkan, dia sudah lama mengetahui hubungan korban dengan kekasihnya Dewi (30), warga BTN Sugihwaras. Baik dari cerita teman-temannya maupun melihat perilaku suaminya, yang kini selalu berpenampilan bergaya muda. Ketika hal itu ditanyakan, korban mengakui dan dia minta tersangka mengajukan gugat cerai. Sejak itu sikap korban kepada tersangka berubah drastis. Yaitu selalu bertindak keras dan tak segan-segan menendang. Bahkan dia duduk berdua dengan istrinya saja tak mau. Kendati begitu, nafkah materi selalu dicukupi. Menurut pengakuan korban kepada tersangka, dia mencintai WIL-nya karena kasihan. Sebab dia hidup menjanda dan punya anak satu. Wanita bertubuh sintal yang bekerja di salah satu PO Bus di Terminal Induk Pemalang itu beberapa kali diberi uang. Bahkan dia dikreditkan sepeda motor. Kegeraman tersangka akibat perilaku suaminya terjadi kemarin pagi. Sebelum kejadian, tersangka tidur di kamarnya bersama anaknya Hania (10). Pada saat itu korban tidak ada di rumah. Sekitar pukul 03.00 ketika dia terbangun melihat korban sudah ada di sampingnya. ''Waktu itu saya benar-benar benci melihatnya. Seperti ada yang mendorong saya mengambil celurit di belakang lemari. Kemudian senjata tajam itu saya ayunkan sekali ke perutnya,'' cerita tersangka. Ketika korban terbangun, tersangka kaget dan secara reflek mengayun-ayunkan celurit beberapa kali, sehingga luka yang diderita korban cukup parah. Kapolres AKBP Drs Moechgiyarto lewat Kaur OPS Reskrim Iptu Suwarno mengatakan, tersangka mengaku melakukan perbuatan itu tanpa direncanakan. Kendati senjata tajam saat itu tersimpan di dalam ruangan kamar tidur. (sf-49) |