logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 22 Oktober 2003 Jawa Tengah - Pantura  
Line

Pelabuhan Dikhawatirkan Jadi Gudang Kapal Rusak

TEGAL- Kondisi alur pelabuhan Tegal kini makin memprihatinkan. Selain alur makin dangkal karena pengerukan terus tertunda, kini muncul kekhawatiran pelabuhan menjadi tempat penyimpanan atau ''gudang'' kapal rusak.

Setidak-tidaknya, kini ada lima buah kapal yang harus ditarik ke luar pelabuhan. Yaitu kapal Malino, Karya Mina 2 dan Karya Mina 4, serta dua kapal kayu penangkap ikan.

Kapal-kapal itu menjadi ''bangkai'' karena tak segera ditarik oleh pemiliknya. Sarana angkutan laut tersebut sudah lama ndongkrok, sehingga mengganggu alur keluar masuk kapal. Sejumlah pengguna jasa pelabuhan pun mengeluhkan masalah itu.

Sebelumnya, Kantor Administratur Pelabuhan Tegal telah memerintahkan kepada perusahaan doking (perbaikan) kapal CV Citra Bahari untuk menarik bangkai kapal tongkang Adiyala.

Adpel Bambang Marsono SH kemarin mengakui, ada kekhawatiran kapal yang dibiarkan ndongkrok di pelabuhan semakin banyak. Kapal itu mestinya harus ditarik keluar pelabuhan. ''Jika pemiliknya tetap tak segera menarik, sesuai dengan kewenangan, kami akan memerintahkan penarikan atau bila perlu penghancuran,'' ujarnya.

Untuk kapal Malino yang pemiliknya berada di luar Kota Tegal, Bambang menuturkan, pengusahanya siap akan menarik dalam waktu dekat. Namun, dua bangkai kapal ikan masih ditelusuri siapa pemiliknya. Diperkirakan, pemiliknya orang Jakarta.

Terhadap dua kapal milik PT Tirta Raya Mina (TRM), KM Karya Mina 2 dan Karya Mina 4, pihaknya sudah menyurati pemiliknya untuk segera menarik. ''Pokoknya, kami akan bertindak tegas terhadap perusahaan yang tak mengindahkan peraturan,'' ungkapnya.

Bangkai dua kapal ikan itu sudah bertahun-tahun berada di pelabuhan. Kondisinya, kini tinggal kerangka.

Bila kelima kapal itu tak segera ditarik, kata Bambang, dikhawatirkan akan menimbulkan masalah baru. Yakni kemungkinan bisa mencemari perairan di lingkungan pelabuhan.

Mengenai rencana pengerukan alur, Bambang tak mengetahui persis penyebabnya. Masalah itu dikatakan merupakan wewenang PT Pelindo. .(aj-49j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA