
| Rabu, 22 Oktober 2003 | Budaya |
Nicky Panaskan Mandala KridaINGAR- bingar musik rock, Senin (20/10) malam lalu mewarnai konser Power Metal dan lady rocker Nicky Astria di Stadion Mandala Krida Yogyakarta. Konser akbar yang digelar Djarum Super tersebut, sepertinya mengobati kerinduan kawula muda pencinta musik rock di kawasan Kota Pelajar dan sekitarnya. Walaupun sudah cukup lama tidak naik panggung, namun kegarangan grup musik cadas itu masih nampak garang. Begitu juga penampilan lady rocker Nicky Astria. Maka tak heran, bila konser bertitel "Djarum Super Rock Nicky Astrea dan Power Metal" tersebut menjadi hiburan segar bagi masyarakat Yogyakarta. Event yang dikemas oleh Djarum Super bersama Frans Sound System Service Pro dan Insed Production itu, sejak awal sudah terasa amat megah. Sebab, menggunakan panggung rigging berukuran besar, dengan sound system berkapasitas 80 ribu watt dan lighting 200.000 watt. Kemegahan konser itu, makin terasa komplit ketika di kanan-kiri panggung dilengkapi dengan giant screen serta fire works. Kelengkapan itu, memudahkan penonton -yang jauh dari panggung- mengikuti aksi-aksi panggung grup maupun penyanyi yang sedang tampil. Hentakkan sound system berkekuatan tinggi, mampu menggetarkan dada para penonton. Namun, hentakan itu terasa nyaman dan enak didengar telinga, ketika yang keluar suara lantang Arul, vokalis Power Metal dan Nicky Astria. Alunan musik keras itu, betul-betul menjadi penawar rindu para pencinta musik rock, sekaligus mengobati kerinduan para penggemar Nicky Astria yang sudah sekian tahun tidak naik panggung di Kota Pelajar. Dalam konser itu, Power Metal membawakan 10 lagu yang pernah menjadi hits . Antara lain, "Negeri Api", "Agkara", "Ego Sentris", "Bidadari", "Sirna", dan "Timur Tragedi". Sedangkan Nicky yang tampil diiringi Power Metal, membawakan lagu-lagu keras yang cantik seperti "Langkah Hari Ini", "Gersang", "Bias Sinar", "Mengapa", "Kau dan Aku", "Misteri Cinta", dan terakhir lagu yang berjudul "Uang" berduet dengan vokalis Power Metal, Arul. Sebagian besar dari sekitar 10.000 penonton, tak kuasa menahan goyang selama konser berlangsung. Mereka berjoget bareng, mengikuti irama musik hingga akhir konser. Untuk mengurangi kepenatan dan kegerahan, tidak henti-hentinya mobil pemadam kebakaran menyemprotkan air ke arah penonton yang berdesak-desakan di sekitar panggung. Sepertinya mereka tidak mempedulikan guyuran air tersebut. Dalam kondisi basah, mereka tetap bergoyang sambil sesekali koor ikut mendendangkan lagu-lagu yang dipersembahkan sang penampil. Yang menarik dan berkesan dari konser itu, adalah penonton bisa tertib, walau tidak jarang harus saling berdesakan. ''Terus terang, saya salut kepada warga Yogyakarta. Karena bisa menikmati musik rock dengan tertib. Sekali lagi, happy untuk warga Yogya,'' teriak Nicky lantang. (Sugiarto-41) |