logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 16 Oktober 2003 Sala  
Line

Warga Berharap Dapat Tambahan Ruang

  • Soal Pengundian Kios Kemanusiaan

ALUN-ALUN LOR - Pengundian jatah kios kemanusiaan bagi 41 warga bekas RT 1 dan 2 RW 6 Kelurahan Kedunglumbu, Kecamatan Pasar Kliwon, yang huniannya terkena proyek revitalisasi dilakukan Selasa malam (14/10) lalu.

Setelah mendapat lokasi dagang pasti, kebanyakan warga yang berjualan makanan berharap memperoleh tambahan tempat untuk makan pembeli. Pasalnya, jatah kios yang mereka dapat hanya berukuran 2 x 1,5 meter.

"Saya berharap, bisa mendapat tambahan ruang untuk tempat makan pembeli. Kios itu hanya cukup untuk memasak. Pembelinya tidak dapat tempat. Paling tidak ada ruangan terbuka seperti teras untuk makan," ujar Minem, salah seorang pedagang makanan.

Ia dan beberapa warga lain, mencari nafkah di tempat tersebut dengan berjualan makanan. Setelah hunian mereka digusur dan mereka diberi kompensasi uang sesuai dengan status kepemilikan hunian serta kios kemanusiaan, ia berjualan dengan tempat seadanya. Hal itu dilakukannya sambil menunggu jatah kios jadi. Mereka berharap, ada tempat terbuka yang bisa digunakan guna meletakkan kursi dan meja bagi pembeli.

AgusTriyanto, koordinator Aspirasi Warga Korban Penggusuran (AWKP) Alun-alun Lor memaparkan, masih ada seorang pembeli yang belum dapat jatah kios. Warga masih berusaha agar pedagang makanan yang belum memperoleh tempat jualan mendapatkannya.

"Pedagang itu memang bukan penghuni lama, sehingga tak dapat jatah kios. Tapi ia berjualan makanan dan mendapat penghasilan dari tempat tersebut, sehingga kami ingin mengupayakan ia dapat tempat dagang," tuturnya.

Dua Kali

Dalam pengundian itu, seluruh pemilik kios diundang hadir dan terkesan dilakukan secara terbuka. Menurut Agus, hal tersebut dilakukan karena mereka tak ingin kejadian di Pasar Cendera Mata terulang. Di tempat itu, sempat diwarnai kericuhan karena pembagian kios dinilai ada permainan.

"Pengundian dilangsungkan dua kali yakni untuk memperoleh nomor urut dan kemudian nomor kios agar adil. Kemungkinan warga mulai berjualan awal bulan depan, setelah mendapat kunci kios," ujar dia.

Warga yang mendapat jatah kios tersebut menyatakan akan menggunakan tempat itu untuk usaha. Mereka bertekad tak akan menjual kios kompensasi tersebut seperti yang terjadi di sisi barat Alun-alun Lor yang kiosnya dijual dan memilih berjualan di luar pasar.

Warga dan pedagang keris serta kacamata di kawasan itu, juga meminta tak boleh ada PKL dari luar yang masuk kawasan tersebut. PKL dinilai pemicu kemunculan permasalahan baru seperti kecemburuan dari pedagang.

Hadir dalam pengundian tersebut antara lain perwakilan Dinas Tata Kota (DTK), perangkat kelurahan dan kecamatan setempat, serta perwakilan Dinas Pengelolaan Pasar.(G18-80s)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA