logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 16 Oktober 2003 Sala  
Line

Kompi Tolak Prabowo Jadi Capres

GLADAG - Nama Prabowo Subianto yang mencuat sebagai kandidat calon presiden dalam konvensi Partai Golkar, mendapat reaksi dari Komite Pengamen Indonesia (Kompi) Solo. Kemarin, mereka menggelar aksi di bundaran Gladag, Solo.

Aksi yang diikuti sekitar 50-an anggota Kompi tersebut, dilakukan dengan berjalan kaki dari kampus UNS Mesen Jl Urip Sumoharjo menuju Bundaran Gladag di Jl Sudirman. Di sepanjang jalan yang dilalui, mereka menyebarkan selebaran kepada pengguna jalan lain, berisi tentang kecaman terhadap sepak terjang mantan Pangkostrad itu. Aksi tersebut berlangsung sekitar dua jam dimulai pukul 10.00.

"Prabowo penjegal aktivis. Karena itu, kami tak setuju bila dia jadi presiden," teriak Korlap aksi Kostrad Nur Shanty, kemarin.

Dia menilai dosa-dosa Prabowo sangat besar dalam menghambat demokrasi di Indonesia. Karena itu, mencuatnya Prabowo sebagai kandidat presiden Partai Golkar sangatlah ironis, di mana bangsa Indonesa yang menjunjung tinggi nilai-nilai hukum (negara hukum) bisa meloloskan Prabowo Subianto.

"Kami, rakyat Indonesia masih ingat betul, bahwa Prabowo dengan Tim Mawarnya pernah melakukan dosa-dosa politik, penculikan terhadap aktivis Pro Demokrasi, dan penembakan para aktivis mahasiswa atau tragedi Semanggi," katanya.

Meski tidak diikuti banyak peserta, tapi aksi tersebut sempat membuat kemacetan arus lalu lintas. Itu terjadi ketika rombongan para pengamen melintas di kawasan depan Pasar Gede, yang siang itu terlihat padat.

Namun, kemacetan pada jalur tersebut tidak berlangsung lama, begitu sejumlah petugas dari Satlantas Polresta turun tangan.

"Kemacetan terjadi karena peserta aksi membagi-bagikan selebaran kepada pengguna jalan. Tapi, kondisi itu dapat dikendalikan," kata seorang anggota Satlantas.

Dalam pernyataan sikap, Kompi menyatakan menolak Prabowo Subianto sebagai calon presiden.

Mereka juga menuntut Prabowo diadili, karena dinilai sebagai pelanggar HAM berat.

"Seret Prabowo ke Mahkamah Internasional dan bubarkan Golkar," tegas pernyataan sikap itu. (san-80s)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA