logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 16 Oktober 2003 Olahraga  
Line

Dua Ganda Putri Kalah WO

JAKARTA- Dua pasangan ganda putri Indonesia dinyatakan kalah walk over (WO) pada babak pertama Kejuaraan Asia 2003 JVC di Stadion Tenis Indoor Gelora Bung Karno Jakarta, kemarin.

Endang Sugianti/Nathalia Poluakan dinyatakan kalah dari Temiralieva Aigul/CH Jen Tamara dari Kyrgistan. Sedangkan Eny Erlangga/Lilyana Natsir juga dinyatakan kalah WO bersama dengan lawannya yang asal Vietnam, Le Ngoc N Nhung/Tran Thi Tanh Hao.

Penyebab kekalahan ini adalah perubahan jadwal pertandingan dan kurang koordinasinya antara penghubung dan manajemen tim. Kedua hal tersebut diakui oleh Paulus Firman yang menjadi pelatih merangkap manajer kedua pasangan Indonesia itu.

''Jadwal baru tidak terdistribusikan ke pihak kami. Kami memang menginap di Hotel Hilton yang dekat dengan lokasi pertandingan. Anak-anak berlatih di Cipayung. Kami sedang terjebak kemacetan di daerah Cipayung ketika diberi tahu saatnya anak-anak bertanding,'' jelas Paulus.

Menurut dia, bila panitia melakukan revisi jadwal seperti yang terjadi, mereka sebelumnya harus memberitahukan pada manajer setiap tim. Pola demikian merupakan aturan yang dibuat IBF. Manajer juga harus melakukan tanda tangan terhadap revisi yang terjadi.

''Saya sampai tadi malam dan pagi hari belum diberi tahu revisi jadwal. Saya juga tidak tanda tangan. Biasanya revisi jadwal selalu diselipkan di bawah pintu kamar hotel bila sudah dianggap larut malam. Ini sudah lazim. Panitia kan tahu nomor kamar setiap manajer tim,'' lanjutnya.

Komunikasi

Paulus mengaku kecewa atas kekalahan WO dua pasangan itu. Para pemainnya akhirnya bisa diberi pengertian. Semua ini harus menjadi pelajaran berharga di masa mendatang. ''Saya juga sebenarnya sudah melakukan komunikasi dengan Pak Junianto selaku pimpinan referee. Itu saya lakukan saat perjalanan dari Cipayung menuju ke Senayan. Saya menyampaikan, belum tahu ada perubahan jadwal. Nyatanya kami tetap kalah WO,'' tambahnya.

Dia tidak akan melakukan gugatan ke Komisi Banding Panpel dan IBF. Semua hal sudah dilaporkan secara lengkap pada jajaran panpel dan unsur PBSI. Pihaknya juga membawa LO untuk memperkuat bukti bahwa pihaknya belum mengetahui perubahan jadwal.

Ketua Bidang Pertandingan Mimi Irawan menyatakan, sangat disayangkan kalau akhirnya kedua pasangan putri Indonesia kalah WO. Nyatanya pasangan ganda campuran tetap main, walau terjadi perubahan jadwal.

''Waktu kami panggil sampai tiga kali mereka tidak datang. Aturan yang ada harus menyatakan kalah WO. Mereka ketika dikonfirmasi lewat telepon menyatakan kena macet di Cipayung,'' jelasnya. (D3,tok-57t)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA