
| Kamis, 16 Oktober 2003 | Olahraga |
Nistelrooy Berharap Dipanggil LagiLONDON- Striker terbaik Manchester United Ruud van Nistelrooy berharap pelatih tim nasional Belanda Dick Advocaat bersedia memanggil dirinya lagi, sehingga bisa ikut ambil bagian di pertandingan play-off Euro 2004 melawan Skotlandia, November depan. Nistelrooy tidak diturunkan oleh Belanda untuk final kualifikasi melawan Moldova Sabtu (11/10) lalu, setelah memberikan reaksi berang karena diganti pada pertandingan sebelumnya melawan Republik Ceko. Sikap Nistelrooy dianggap Advocaat sebagai ''bentuk kepongahan dan ketidakdisiplinan'' yang semestinya tak perlu dilakukan. "Saya kecewa karena ditinggalkan tim," kata Nistelrooy. "Saya sangat ingin bermain lagi pada pertandingan play-off. Pelatih sudah memberikan alasan mengapa saya tak dipanggil dan saya dapat menerima itu. Apa yang terjadi membuat saya ingin sekali kembali dan membantu Belanda mencapai final." Nistelrooy juga menilai pemain tengah Skotlandia yang menjadi rekannya di Old Trafford, Darren Fletcher merupakan pemain berkelas. "Darren pemain muda fantastis dengan masa depan cerah," katanya. ''Tetapi saya memahami bagaimana dia bermain, dan saya pasti bisa melewatinya. Saya akan membantu Belanda pergi ke Portugal,'' tambah dia. Fletcher bangkit dari bangku cadangan untuk mencetak gol penentu kemenangan bagi Skotlandia ketika melawan Lithuania, pekan lalu, dan menjamin satu tempat di babak play-off tim asuhan Berti Vogts tersebut. Dick Advocaat Sejauh ini, belum ada komentar dari pelatih Belanda, Dick Advocaat terhadap perubahan sikap Ruud van Nistelrooy tersebut. Dia lebih senang menghitung peluangnya melawan Skotlandia di play-off, daripada membahas skuad yang akan diturunkannya. Advocaat mengaku sangat beruntung bertemu Skotlandia, meskipun pelatih Skotlandia Berti Vogts sudah memperingatkan, Belanda harus berkerja keras lebih dahulu menghadapi skuadnya sebelum lolos ke Portugal. Advocaat mengungkapkan, hasil undian ini menguntungkan timnya. "Hasil undian ini cukup baik dan kami mendapatkan keuntungan sejak awal," ungkap Avdocaat. "Saya mengenal banyak pemain mereka, setengah dari mereka bermain di Liga Inggris dan sisanya di Liga Skotlandia. Mereka pekerja keras dan sangat antusias. Tetapi saya sangat yakin, kami yang akan pergi ke Portugal. Itu hampir bisa dipastikan," kata mantan pelatih Glasgow Rangers, salah satu tim terkuat Skotlandia, ini. "Sangat jelas kami adalah tim favorit. Saya senang tidak harus menghadapi Turki di play-off karena mereka lawan yang berat. Bagi saya, ini menyenangkan," ujarnya. Sedangkan Berti Vogts mengakui bahwa skuadnya merupakan tim underdog.(rtr,F3-77) |