logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 16 Oktober 2003 Olahraga  
Line

Partai Hidup-Mati Perseden Vs Persela

SOLO - Pelatih Perseden Denpasar Solekan menilai pertandingan antara timnya dan Persela Lamongan dalam lanjutan play-off Divisi Utama PSSI di Stadion Manahan Solo, Kamis sore ini, sebagai partai hidup-mati.

"Kalau kalah lagi, habislah kami dan itu yang harus dihindari," ujar Solekan di Solo, kemarin.

Dia mengibaratkan pertemuan kedua tim yang sama-sama telah menelan kekalahan itu sangat menentukan. Pada pertandingan pertama Selasa lalu, Perseden kalah 0-1 dari PSIM Yogyakarta. Persela juga menyerah 0-1 kepada Persib Bandung.

"Kami berusaha jangan sampai kalah lagi agar tak kehilangan peluang untuk tetap bertahan di Divisi Utama," tambah Solekan.

Pelatih Persela Riono Asnan juga tak mau menelan kekalahan lagi. Untuk itu, timnya tak boleh membuat kesalahan.

Sementara itu, pada partai play-off lain, Persib akan menghadapi tantangan PSIM pada pertandingan jam kedua. Melawan PSIM, tim kebanggaan Kota Bandung ini berusaha main aman.

"Kami akan lolos ke Divisi Utama jika memenangkan pertandingan kedua, dengan catatan Perseden dan Persela bermain seri," ujar pelatih Persib asal Cile, Juan Paez.

Paez mengakui, PSIM adalah tim bagus, terutama pergerakan antarlini yang disiplin dan rapi sehingga sulit ditembus lawan. Namun para pemain Persib kini sedang di atas angin dan bersemangat menyusul kemenangan atas Persela.

''Kami akan berjuang mati-matian untuk tak kehilangan poin. Target pertama cari kemenangan, kalau tidak seri sudah bagus,'' paparnya.

Erents Pahelerang, pelatih PSIM, yakin timnya bisa mengimbangi Persib. Dia berharap ketajaman Joe Nagbe mampu menghasilkan gol lagi. Nagbe memang goal getter tim Kota Gudeg itu. (P44-59)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA