
| Kamis, 16 Oktober 2003 | Olahraga |
Jacob Bantah Lakukan IntimidasiJAKARTA - Salah satu calon Ketua Umum PSSI periode 2003-2007 Jacob Nuwa Wea membantah telah melakukan berbagai penekanan dan intimidasi bertalian dengan perolehan suara dukungan untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pencalonannya sebagai ketua umum. Demikian keterangan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Mennakertrans) itu yang disampaikan Hotma Pandjaitan, Kepala Humas Depnakertrans kepada wartawan di Jakarta, tadi malam. Hotma, yang sebelumnya telah berbicara dengan Mennakertrans, juga menyatakan Jacob tak pernah menginstruksikan jajarannya untuk melakukan penekanan atau intimidasi. ''Sekarang zaman demokrasi dan reformasi, masak masih ada orang yang mau ditekan atau diintimidasi?'' jelas Hotma. Dia mengingatkan, sesuai dengan era otonomi daerah, kepala dinas seluruh departemen secara struktural tak lagi secara langsung dikendalikan oleh menteri bersangkutan. Mereka bertanggung jawab kepada kepala daerah, dalam hal ini gubernur masing-masing. ''Kepala daerah atau gubernur itu juga yang berhak mengangkat atau memberhentikan mereka, bukan menteri,'' kata Hotma. Adalah H Susanto selaku penasihat tim sukses Nurdin Halid, salah seorang calon ketua umum PSSI, yang melontarkan pernyataan tentang adanya penekanan atau intimidasi yang dilakukan berbagai intansi Depnakertrans di daerah dalam mengumpulkan surat suara dukungan dari perserikatan atau klub sepakbola anggota PSSI, untuk memenuhi salah satu persyaratan sebagai bakal calon ketua umum. ''Seharusnya Pak Jacob malu, karena hanya berhasil mengumpulkan 186 surat suara dukungan, bukan 400,'' ujar H Susanto. Kasus KDI ''Mertua Iwan Budianto yang Wali Kota Kediri ini juga dibisiki harus mendukung Pak Jacob agar kesinambungan berbagai proyeknya di sini terjaga,'' tambah Santo, panggilan akrab H Susanto. Kubu Jacob memang berang terhadap tudingan yang dilemparkan Santo. ''Santo itu berkaca dulu sebelum berbicara. Apa dia marah kalau orang lain membicarakan calon yang didukungnya?'' tandas Jamal Azis, salah seorang anggota tim sukses Jacob. ''Tanya Santo, apa Nurdin Halid itu benar-benar bersih?'' tegas Jamal seraya mempertanyakan beberapa kasus yang pernah menyeret Nurdin ke pengadilan.''Sekarang ini saja dia masih tersandung kasus pengadaan cengkih di Sulut, sementara kasus tuduhan korupsinya di Koperasi Distribusi Indonesia (KDI) kelihatannya masih terkatung-katung di Kejaksaan Agung.'' Di sisi lain, Jamal mendukung sistem yang ditempuh PSSI dalam menjaring calon ketua umum periode 2003-2007, termasuk dengan keharusan memperoleh dukungan dari minimal 30% anggota PSSI. ''Cara yang dibuat PSSI ini mirip konvensi yang dipakai Partai Golkar dalam mencari calon ketua umum Presiden RI mendatang. Menurut saya, ini cara yang brilian dan cerdas, dan karenanya harus didukung semua pihak.'' Namun dia juga meminta PSSI bersikap tegas dengan tak merekomendasi calon yang tidak memenuhi persyaratan tersebut, semisal gagal mengumpulkan 30% surat dukungan dari anggota PSSI. (wgm-59) |