logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 16 Oktober 2003 Berita Utama  
Line

Ratusan Pelayat Sambut Ghozi

  • Tiba, Langsung Dimakamkan
Tunggu Jenazah: Deretan kursi sudah ditata di rumah Ny Rukanah, Ibu Al Ghozi, di Desa Mojorejo, Kecamatan Kebonsari, Madiun. Di rumah tersebut beberapa pelayat menunggu jenazah Ghozi.(43)

MADIUN - Ratusan pelayat menyambut kedatangan jenazah Fathur Rohman Al Ghozi di tanah kelahirannya, Desa Mojorejo, Kecamatan Kebonsari, Madiun, semalam. Tak hanya para tetangga Ny Rukanah (58), ibu almarhum, yang tinggal di wilayah RT 2 RW 1 desa tersebut, rombongan elemen Islam dari Solo, seperti Ponpes Al Mukmin Ngruki, Sukoharjo, Ponpes Al Islam Gumuk, Solo, dan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Daerah Solo, juga bertakziah di rumah duka.

Jenazah Al Ghozi yang tewas di Filipina tiba di Bandara Juanda Surabaya, tadi malam pukul 22.46 dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GA 326 setelah sebelumnya singgah di Jakarta.

Jenazah lelaki kelahiran Madiun itu tiba di Juanda disambut oleh Direktur Reserse Kriminal Polda Jatim Kombes Pol Sutarman, Direktur Intelkam Kombes Pol Suhartono, Khoirul dari Deplu dan Ketua Tim Penyambutan Jenazah Al Ghozi, AKBP Gatot E Pramono. Jenazah langsung dibawa ke tempat kelahirannya dengan menggunakan jalan darat memakai mobil ambulans nomor polisi L-1467-CU.

Perjalanan dengan pengawalan petugas Polantas dan Reserse Polda Jatim itu memakan waktu lebih kurang tiga jam. Diperkirakan, jenazah Al Ghozi tiba di kampung halamannya, Desa Mojorejo, Kecamatan Kebonsari, Madiun, pukul 03.00, dini hari tadi.

Rencananya, begitu jenazah tiba di kampung halamannya, Desa Mojorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun atau sekitar 30 km dari kota Madiun, langsung dimakamkan.

Peti jenazah Ghozi sendiri dari Manila diangkut dengan pesawat Philippine Airlines (PR) 501. Pesawat tiba di Cengkareng pukul 20.05 di Terminal D.

Di Bandara Juanda Surabaya, 3 peleton polisi semalam mengamankan kedatangan jenazah Al Ghozi dari Bandara Cengkareng. Selain polisi berseragam, juga ada petugas keamanan berpakaian sipil, 1 kendaraan ambulans, 1 kendaraan polisi Patwal, kendaraan olah TKP Polda Jatim, dan 1 kendaraan Rantis. Pemeriksaan terhadap kendaraan yang masuk bandara lebih teliti dan ketat dibanding dengan biasanya.

Puluhan wartawan dari berbagai media, sejak sore juga sudah berjaga-jaga di Bandara Juanda mengingat kabar kedatangan Ghozi saat itu masih simpang siur. Hadir bersama wartawan adalah Fahmi A Bachmid SH dan M Saaf SH, keduanya dari anggota Tim Pengacara Muslim (TPM). TPM adalah pengacara Ghozi. Mereka menunggu di VIP Room, Lanudal Juanda.

Pasti Dipulangkan

Suasana rumah itu dirundung duka. Meski demikian, tidak terdengar isak tangis. Sang ibu pun merasa yakin kalau akhirnya anaknya, pasti dipulangkan. Apalagi, Mahendradatta, salah satu pengacara keluarga Ghozi mengatakan, dalam kontak telepon dengan wartawan, diketahui bahwa jenazah sudah diterbangkan dengan Philipine Air Line PR 501, pukul 20.30.

Di tengah kesimpangsiuran kabar tentang kepastian waktu kedatangan jenazah anaknya, wanita tersebut tampak tegar dan tabah. Dengan ramah dia menjawab pertanyaan para takziah yang datang silih berganti. Sejak siang hari deretan kursi plastik berwarna hijau dijajar rapi di halaman depan dan samping rumah duka. Di teras, tepat depan pintu utama, terpasang spanduk bertuliskan "Asy Syahid Al Ghozi".

Sementara itu, di jalan masuk, sekitar 10 m menuju arah rumah keluarga almarhum, terbentang empat spanduk putih bertuliskan kalimat-kalimat yang berintikan, Ghozi mati syahid. Di mulut jalan tersebut, hingga semalam berkumpul para pemuda dan masyarakat. Beberapa petugas Polsek Kebonsari dipimpin Kapolsek AKP Burhanuddin, juga berjaga-jaga melakukan pengamanan tertutup di sekitar lokasi tersebut, meski tidak terlihat mencolok.

Ustad Sholeh Ibrahim, Kepala Sekolah Kuliyyatul Mualimin Al-Islamiyah Ponpes Al-Mukmin Ngruki, mengatakan, "Kedatangan kami dari Ngruki untuk memberikan dukungan moral kepada keluarga, sekaligus bersilaturahmi sebagai sesama muslim.íí

Apalagi almarhum dulu dikenal sebagai alumnus Ponpes Al Mukmin, Ngruki. Bahkan Direktur Ponpes Al Mukmin Ustad Wahyudin bersama rombongan sekitar 40 orang, ikut hadir di rumah duka. Ustad kemudian bersama-sama diterima oleh tuan rumah untuk berbincang membicarakan kabar terakhir yang diterima keluarga tentang pengiriman jasad almarhum. (nin,D11,san, D14,dtc,ant-78n)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA