
| Kamis, 16 Oktober 2003 | Ekonomi |
Pertamina Akan Ikut Tender Migas BaruJAKARTA - PT Pertamina (Persero) akan mengikuti tender-tender blok baru wilayah kerja migas yang ditawarkan oleh Pemerintah, dan berharap dapat memenangkannya sejalan dengan kebijakan manajemen baru yang lebih memfokuskan penanganan di sektor hulu. "Saya sedih tidak ikut penandatanganan kontrak karya di sektor migas di dalam negeri yang dilakukan kemarin. Tapi ke depan, diharapkan kita bisa mendapatkannya," kata Direktur Keuangan Pertamina, Alfred Rohimone kepada wartawan di Jakarta, Rabu (14/10). Ketika ditanya apakah Pertamina akan ikut serta dalam 10 blok migas yang kemarin diumumkan oleh Pemerintah, ia mengatakan, pihaknya akan berusaha untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya dengan harapan bisa memenangkan tender. Menurut dia, keinginan tersebut sejalan dengan kebijakan manajemen baru yang akan memfokuskan usaha 70% ke sektor hulu, sisanya 30% ke sektor hilir. Dengan demikian, ke depan diharapkan produksi minyak Pertamina dapat ditingkatkan dan mampu bersaing dengan perusahaan minyak lainnya yang mengoperasikan usahanya di Indonesia. Sementara itu, Pertamina optimistis mampu meningkatkan produksi minyaknya 5% pada tahun 2004 menjadi 110.000-115.000 barel per hari dari tingkat produksi tahun ini, yang mencatat sekitar 105.000 barel per hari. Mantan Direktur Utama Pertamina Baihaki Hakim, bulan lalu menjelaskan kenaikan ini akibat stabilnya produksi CPP (Caltex Pekanbaru Plain) dan sejumlah ladang lainnya. Dikatakannya, pada saat ini produksi CPP sudah kembali stabil dibandingkan saat diterima dari Caltex yang enam bulan pertama mengalami penurunan. "Produksi CPP sudah kembali stabil. Saya mendapat laporan sekarang produksinya sudah mencapai 40.000 barel per hari," katanya. Meningkatkan Produksi Sementara itu, Pertamina Daerah Operasi Hulu (DOH) Jawa Bagian Barat berhasil meningkatkan produksi minyak 37% menjadi 20.152 barel per hari dari target produksi tahun 2003 sebesar 14.669 barel per hari. Peningkatan jumlah produksi ini dicapai melalui inovasi baru dalam eksploitasi lapangan melalui penggunaan metode fracturing, serta dilakukannya reaktivasi beberapa sumur yang idle, seperti Lapangan Tambun, Lapangan Cemara (Indramayu) dan Lapangan Lepas-pantai X-Ray. Disebutkan oleh Hupmas Korporat Pertamina, M. Harun, produksi lapangan Lepas-pantai X-Ray meningkat dari 200 barel menjadi 1.200 barel per hari, sedangkan dari lapangan Cemara meningkat sekitar 400% dari 200 barel menjadi 800 barel per hari. Target produksi minyak DOH Jawa Bagian Barat sebenarnya sudah terlampaui pada akhir Semester I/2003 dengan tercapainya tingkat produksi minyak menjadi 17.928 barel per hari. Hasil ini diperoleh dari pengoperasian 111 sumur minyak dengan rata-rata usia relatif tua, tetapi masih cukup produktif untuk ditingkatkan produksinya melalui pengembangan teknologi baru. (ant-82) |