
| Kamis, 16 Oktober 2003 | Jawa Tengah - Muria |
Masih Dibutuhkan 300-500 Tenaga KontrakREMBANG - Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, Pemkab Rembang masih butuh tambahan tenaga kontrak sedikitnya 300-500 orang. Namun, guna memenuhi kebutuhan itu akan disesuaikan dengan keuangan daerah. Wakil Bupati Drs Nasirul Mahasin MSi, didampingi Asisten III Ir Koes Dihardjo menjelaskan, saat ini Pemkab sudah memiliki sekitar 700 tenaga kontrak. Mereka berijazah SD, SLTP, SMU, dan sarjana termasuk dokter. Bila melihat banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan, terutama dalam rangka pelayanan kepada masyarakat, seharusnya Pemkab memiliki 1000-1500 tenaga kontrak. ''Jadi kalau dihitung kekurangannya 300-500 tenaga kontrak,'' katanya. Pegawai negeri sipil (PNS) yang dimiliki Pemkab ada sekitar 7.262 orang. Namun, dengan dibukanya seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2003, sudah bisa dipastikan jumlah PNS membengkak. Formasi yang tersedia meliputi 85 tenaga guru, 20 tenaga kesehatan, dan 15 tenaga teknis tertentu. ''Untuk PNS akan ada tambahan 120 orang. Mereka diambil dari hasil seleksi CPNS tahun ini,'' katanya. Mantan wartawan tersebut mengatakan, sekarang Pemkab sudah menetapkan standar gaji tenaga kontrak. Untuk yang berijazah SD dan SLTP, gajinya Rp 325.000/bulan. Adapun yang berijazah SLTA Rp 350.000/bulan, Diploma III Rp 375.000/bulan, sarjana Rp 400.000/bulan, pasca sarjana Rp 450.000/bulan, dan dokter Rp 750.000/bulan. Dia mengakui, standar gaji tenaga kontrak sangat kecil. Namun akan mengalami kenaikan secara berkala setiap dua tahun. Semua itu demi memberikan kesejahteraan mereka. Kini Pemkab sedang memikirkan tunjangan masa depan mereka. Termasuk keinginan untuk mengasuransikan semua tenaga kontrak. Namun, semua itu masih gagasan. Kalau memang keuangan daerah mencukupi, gagasan tersebut akan direalisasikan. (jl-49s) |