logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 16 Oktober 2003 Jawa Tengah - Pantura  
Line

Laboratorium SMU PGRI Slawi Dibobol

  • 14 CPU, 10 Stabilizer Digondol Pencuri

SLAWI - Sekawanan pencuri yang diduga berjumlah empat hingga lima orang, dini hari kemarin membobol laboratorium komputer dan ruang Tata Usaha (TU) SMU PGRI Slawi, Kabupaten Tegal. Pencuri mencongkel pintu dan mengacak-acak kedua ruang itu.

Tercatat, 14 central processing unit (CPU) merek JVC dan 10 stabilizer atau alat penyeimbang arus listrik merek Altex digondol pencuri. Perinciannya, 12 CPU dan 10 stabilizer berada di laboratorium komputer, sedangkan 2 CPU yang lain berada di ruang TU.

Kejadian itu kali pertama diketahui oleh Heri (54), penjaga sekolah sekitar pukul 06.00. Ketika ia hendak membuka pintu ruang TU dan laboratorium, dia melihat ruang TU acak-acakan dan 2 CPU raib. Karena yang diketahui hilang adalah 2 peralatan komputer, dia kemudian beranjak menuju ruang laboratorium.

Ruangan itu juga tampak acak-acakan. Puluhan komputer yang biasa diletakkan berjejer raib pula. Kejadian tersebut dilaporkan kepada kepala sekolah, Karyoto.

Setelah mengecek langsung Karyoto pada sekitar pukul 06.30 langsung melaporkan kejadian itu ke Pamapta Polres Tegal.

Kapolres Tegal AKBP Drs Moch Iriawan, melalui Humas AKP Sumbaryono dan Kasat Reskrim AKP Zulfikar menyatakan, pencuri diduga masuk dengan mencongkel pintu depan tiap-tiap ruang.

Mereka mencabuti kabel komputer secara paksa untuk mengangkat puluhan CPU-nya. Adapun monitor komputer ditinggalkan begitu saja. Meja komputer yang berjejer rapi terlihat morat-marit.

''Rupanya karena gugup dan diburu waktu, pencuri yang diduga berjumlah empat hingga lima orang mencabuti kabel komputer seenaknya saja,'' papar AKP Sumbaryono, kemarin.

Kerugian Rp 20 Juta

Kerugian sementara yang dicatat jajaran Satintelkam dan Reskrim dalam kasus tersebut sekitar Rp 20 juta. Sebab aparat hingga kemarin siang masih melakukan pendataan di lokasi kejadian atas barang-barang lain yang kemungkinan turut digondol pencuri.

Menyinggung dugaan keterlibatan orang dalam, menyusul beberapa kejanggalan yang diperoleh polisi saat olah TKP atau penyelidikan di lokasi kejadian, Polres Tegal belum berani berkomentar.

Meski demikian dia membenarkan sedang menyelidiki secara intensif atas kuatnya dugaan itu.

Kapolres AKBP Drs Moch Iriawan mengimbau kepada penjaga sekolah untuk meningkatkan kewaspadaan. ''Jangan sering tidur atau tertidur saat bertugas menjaga keamanan sekolah, terutama pada malam hari.''

Untuk mengantisipasi terulangnya kejadian tersebut, kata dia, pihak sekolah diminta meningkatkan pengamanan. Di antaranya dengan penambahan personel penjaga sekolah dan lebih proaktif dalam memberikan informasi apa saja ke polisi. (D12-74i)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA