
| Kamis, 16 Oktober 2003 | Jawa Tengah - Pantura |
Sungai Sibelis Dinormalisasi
Peternak Khawatir Itiknya StresTEGAL - Sebanyak 70 kandang itik milik anggota kelompok itik Purwadiwangsa, Kelurahan Pesurungan Lor, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, kini masih bertahan, menghuni bantaran Sungai Sibelis. Padahal, di dekat muara sungai di Pantai Tegal itu kini sedang dinormalisasi. Pemilik khawatir ketika rekanan mengoperasikan alat mesin molen untuk mengeruk dasar tanah sungai, itik mereka akan terganggu. Saat mengikuti kunjungan Wali Kota Adi Winarso SSos ke proyek kemarin, Direktur CV Karya Beta Jaya, Abdullah mengakui, pemilik itik sempat waswas ketika dia akan mengoperasikan molen. Ini disebabkan oleh bunyi bising mesin bisa membuat itik stres, sehingga memengaruhi populasi telur. Namun, setelah diberi pengertian kegunaan proyek itu untuk mengantisipasi banjir, pemilik pun tampak menyadari. ''Bahkan, untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan karena hujan kini sering turun, kami menyewa empat molen,'' ujar Abdullah. Lebar sungai yang semula sekitar 7 meter, kini diperlebar menjadi sekitar 12 meter, sehingga air lebih cepat mengalir ke muara. Akan Dipindah Wali Kota mengatakan, itik di tempat itu dalam waktu dekat akan dipindah ke lokasi baru di Desa Pesurungan Lor. Untuk merelokasi, Pemkot kini menyiapkan bangunan. Sementara itu, ketika melihat saluran di lokasi itu yang dikerjakan CV Teknikal Adikarya, Adi Winarso meminta pekerjaan itu diperbaiki, sebab tak sesuai dengan rencana anggaran belanja. Dia khawatir kalau saluran tak diperbaiki akan menimbulkan dampak pencemaran akibat bau tak sedap. ''Soal bangunan relokasi saya kira sudah rampung,'' ujarnya. Menurut Kepala Kelurahan Pesurungan Lor, Sukmedi, itik yang nanti direlokasi di kompleks dekat tempat pembuangan sampah sekitar 150.000 ekor. Untuk memindah, dibutuhkan biaya sekitar Rp 490 juta. Dana itu untuk bekal pemilik itik. Dari 70 kandang, setiap kandang diberi biaya pindah Rp 7 juta. Namun anggaran itu bersifat dana bergulir. Pengembaliannya diwujudkan dengan penyetoran telur, setiap peternak menyetor 12 butir/hari. Saat ini harga telur Rp 550/butir. Wali Kota juga mengunjungi pembangunan SD di Desa Kaligangsa, pembangunan Pasar Randugunting, dan normalisasi saluran di Kelurahan Tunon. Menurut Edy Pranowo dan Wahyudi, lokasi Pasar Randugunting digeser ke sebelah barat. Sebab di lokasi lama kini penjual sudah melimpah ke Jalan Merpati. Bahkan, hampir 50 pedagang menggelar dagangan di badan jalan, sehingga sarana vital di tempat itu sulit dilewati kendaraan. Jalan pun menyempit karena becak ikut parkir di badan jalan. Karena situasi di tempat itu ramai, kecelakaan tertabrak kereta api pun sering terjadi, karena lokasi pasar lama tidak jauh dengan pintu perlintasan KA. (aj-74i) |