
| Kamis, 16 Oktober 2003 | Jawa Tengah - Banyumas |
BEM STAIN Didemo Mahasiswa Baru
PURWOKERTO- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN), Rabu (15/10) lalu kembali didemo oleh puluhan mahasiswa baru kampus tersebut. Sehari sebelumnya, mereka juga melakukan hal serupa. Demo tersebut dilakukan karena lembaga kemahasiswaan itu dianggap tidak merespons tuntutan mereka, untuk mengungkap kasus dugaan penyimpangan dana Orientasi Pengenalan Kampus (Ospek). Sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan Ospek, BEM diminta lebih serius menangani kasus tersebut, dengan menindak oknum panitia yang diduga memanipulasi pelaporan. Dalam pernyataan sikapnya, pengunjuk rasa mengungkapkan, dugaan peyimpangan tersebut ditunjukkan dengan tidak adanya transparansi laporan keuangan dan hasil pelaksanaan Ospek pada 23-26 Agustus lalu. Janji dari panitia mempertanggungjawabkan kegiatan kepada mereka, hingga sekarang juga belum terwujud. ''Siapa yang tidak kecewa, satu bulan setelah pelaksanaan katanya mereka akan membuat LPj dan menjelaskan penggunaan dana Ospek. Namun ternyata, sampai sekarang tidak ada terbukti,'' ungkap Wasis Aman selaku koordinator aksi dalam orasinya. Tiga Hari Dia mengemukakan, jangka waktu untuk mengikuti Ospek seharusnya seminggu (23-30 Agustus) seperti yang dijanjikan panitia. Akan tetapi, pada kenyataannya terlaksana hanya tiga hari. Padahal, setiap mahasiswa baru ditarik iuran Rp 55.000/orang. Yang mengikuti kegiatan tersebut adalah 762 mahasiswa. ''Ternyata Ospek hanya tiga hari. Selama Ospek, kami juga tidak diberi fasilitas standar yang sesuai dengan biaya yang kami keluarkan. Masak, bayar Rp 55.000 hanya dapat makan dan makanan kecil sekali/hari. Jika dihitung paling harganya Rp 2.500/harinya. Terus kemana sisa dananya?'' ungkap pengunjuk rasa lain. Aksi yang dimulai pukul 09.00 dari depan Auditorium STAIN itu kebanyakan diisi orasi dan membentangkan sejumlah poster dan spanduk yang bernada tuntutan dan kecaman terhadap BEM dan panitia. Pada aksi kedua ini, mereka menginginkan dialog langsung dengan Ketua BEM STAIN Abas Roshadi dan Ketua Panitia Rusamnto. Setelah didemo dua hari berturut-turut, mereka mau menemui. Dialog terbuka dilaksanakan di depan Auditorium STAIN. Di hadapan pendemo, Rusmanto menyatakan siap bertanggung jawab melaporkan secara gamblang penggunaan uang tersebut. Dia menjelaskan, selain untuk konsumsi peserta dan panitia ospek, dana itu untuk membayar honor pembicara serta kebutuhan operasional Ospek. Sementara itu dalam pandangan Abas, sebagai lembaga yang mewadahai kepentingan mahasiswa, dirinya menyambut baik sikap kritis adik-adik kelasnya. BEM tetap bertanggung jawab untuk menuntaskan masalah tersebut. ''Namun kalau yang ditanyakan masalah teknis, itu urusan panitia. Jika bicara konsep, kami jawab. Meski demikian, masalah ini tetap akan menjadi evaluasi bersama, karena panitia juga belum dibubarkan,'' tandas dia saat ditemui di sela-sela dialog. (G22-20j) |