logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 16 Oktober 2003 Jawa Tengah - Banyumas  
Line

Izin Bangunan di Baturraden Diperketat

  • Selamatkan Daerah Resapan Air

BATURRADEN - Izin pendirian bangunan baru di kawasan Banturraden Banyumas kini semakin ketat. Hal itu untuk mengantispasi kerusakan alam yang lebih parah, sekaligus tetap menjaga kawasan tersebut sebagai daerah resapan air.

Kepala Kantor Lingkungan Hidup Banyumas Iskandar SKM MSc mengemukakan, perizinan kawasan Baturraden sekarang lebih ketat, tidak segampang pemberian izin untuk wilayah bawah (kawasan kota) dan sepanjang jalan raya Baturraden.

Untuk menjaga kawasan Baturraden agar tidak cepat rusak, Kantor Lingkungan Hidup kini berupaya membatasi perizinan pendirian bangunan seperti vila, hotel/losmen, perumahan, dan industri atau pabrik.

Caranya, menurut dia, Pemkab lebih selektif memberikan izin kepada warga yang mengajukan permohonan. Izin hanya dikeluarkan untuk lokasi yang sudah sesuai dengan amdal dari kantor lingkungan hidup.

''Kita akan memperketat setiap perizinan bangunan baru di kawasan atas (Baturraden). Kalau tidak, kawasan tersebut lama-kelamaan bisa rusak,'' ujar Iskandar kemarin.

Penyelamatan Lingkungan

Dia menjelaskan, kendati jumlah bangunan di wilayah tersebut belum begitu banyak, tapi hal itu tidak menghalangi upaya penyelamatan secara terpadu.

''Masalah penyelamatan lingkungan itu tidak untuk jangka pendek, satu tahun atau lima tahun, tetapi untuk jangka panjang, waktunya bisa puluhan tahun. Kalau kita tidak mengambil langkah yang tegas, nanti ditertawakan oleh anak cucu kita,'' kata Isknadar.

Untuk mengeluarkan keputusan IMB, kantornya memang tidak mempuyai kewenangan penuh. Semuanya kembali di tangan Bupati.

Namun, kata dia, rekomendasi dari Kantor Lingkungan Hidup dan Bapedalda sangat menentukan. ''IMB itu diputuskan setelah kita memberi rekomendasi tentang kelayakan amdalnya. Baru Bupati mengeluarkan SK.''

Lokasi daerah resapan air dan lahan konservasi di kawasan Baturraden kebanyakan berada di kawasan wisata dan hutan milik Perhutani Banyumas Timur dan perorangan. Daerah itu meliputi empat kabupaten, yaitu Kabapaten Banyumas, Purbalingga, Tegal, dan Pemalang.

Untuk wilayah Baturraden (lereng Gunung Slamet sebelah selatan) sumber mata air yang selama ini menopang wilayah bawah, Purwokerto dan sekitarnya adalah daerah Surubadak, kompleks objek wisata Pancuran Tujuh.

Iskandar menambahkan, setiap yang mengajukan izin bangunan di daerah tersebut juga harus memenuhi amdal kawasan yang kini tengah dibahas oleh Pemprov Jateng. (G22-20i)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA