logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 16 Oktober 2003 Jawa Tengah - Banyumas  
Line

Warga Demo Tuntut Kades-Sekdes Mundur

BANYUMAS-Demo ratusan warga Desa Watuagung Kecamatan Tambak Banyumas menuntut mundur Kepala Desa Musirin (30) dan Sekretaris Desa, Tuginingsih (17), kemarin, di kantor kecamatan setempat. Demo diwarnai pula dengan aksi teaterikal. Mereka membawa sepasang kambing sebagai simbol protesnya.

Kedatangan mereka ke kantor kecamatan tersebut untuk menagih janji kepada pihak kecamatan dan Pemkab Banyumas mengenai tindak lanjut tuntutan mereka sebelumnya.

Sebelumnya, warga meminta agar Pemkab menindak pasangan kades-sekdes yang diduga melakukan selingkuh. Tindakan tersebut mereka anggap tidak mencerminkan sikap sebagai pemimpin yang menjadi panutan warga.

''Kami minta Bupati menindak tegas mereka, bila perlu diberhentikan. Sebab perbuatannya telah mencemari nama baik desa,'' ungkap Sugito selaku koordinator lapangan dalam orasinya.

Buntut dari perselingkuhan kedua pimpinan desa yang sudah diketahui secara luas oleh warga, menurut pengunjuk rasa, telah mengakibatkan proses pelayanan kepada masyarakat terhambat. Mereka jarang masuk ke kantor.

Rombongan datang sekitar pukul 09.30 dengan mengunakan 10 truk dan belasan sepeda motor. Sepasang kambing (jantan-betina) yang sebagian anggota badannya mengenakan pakaian tersebut dimaksudkan untuk menyindir tindakan yang telah dilakukan kades dan sekdes.

Setelah melakukan orasi cukup lama, mereka kemudian ditemui Camat Tambak Kuat Condro Kalpika. Dari Pemkab diwakili Kabag Pemerintahan Desa Sunaryo.

Di hadapan massa, Sunaryo mengatakan, tuntutan warga sebenarnya sudah direspons oleh Pemkab. Bupati Aris Setiono telah memerintahkan Bawasda menyelidiki dugaan hubungan tidak resmi mereka.

''Semua itu ada prosedurnya, setelah tim Bawasda selesai melakukan penyidikan hasilnya pasti akan kami sampaikan kepada warga. Kami juga menjamin masalah ini tidak akan dipetieskan. Untuk membuat SK pemecatan itu harus mengkaji dari berbagai segi dan harus ada dasar hukumnya. Kalau asal buat bisa-bisa nanti SK Bupati di-PTUN-kan lagi,'' jelas Naryo.

Setelah mendapat penjelasan, warga kemudian membubarkan diri dan kembali ke desanya dengan tertib. (G22-20)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA