
| Kamis, 16 Oktober 2003 | Jawa Tengah - Kedu & DIY |
NU Arahkan PPP dan PKBBOROBUDUR- Tampilnya Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Hasyim Muzadi sebagai pemrasaran dalam halaqah ulama se-Jawa dan Rapat Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan Jateng merupakan sejarah baru. "Ini isyarat bagi kaum muslimin, NU bukan milik satu golongan atau satu partai saja, melainkan milik bangsa Indonesia. Karena itu, jangan mengaku kader PPP bila tidak menghormati NU," kata Ketua DPW PPP Jateng KH Thoyfoer MC di Pesantren Nurul Falah, Tegalrandu, Srumbung, Kabupaten Magelang. Sebelum menyampaikan ceramah malam itu, Ketua Umum PB NU KH Hasyim Muzadi mengakui organisasi yang dipimpinnya itu melahirkan dua partai, yaitu PPP dan PKB. Keduanya diarahkan pada proses pendewasaan politik yang sehat. NU tak mau terseret persoalan dukung-mendukung dalam menghadapi Pemilu 2004. Karena tanggung jawab institusi bukan ke NU, melainkan kepada warga negara yang memiliki hak pilih. Dia mengemukakan, kerawanan konflik antara PPP dan PKB dalam Pemilu 2004 terletak pada kedewasaan berpolitik dan untuk itu diperlukan proses. Pimpinan partai dan warganya dituntut untuk memiliki moral dan disiplin berpolitik. Dalam ceramahnya, dia mengungkapkan, peningkatan ukhuwah islamiah kepada ukhuwah wathoniyah menjadi suatu kebutuhan penting saat ini. Dia menilai, rintisan NU dalam menjalin hubungan ukhuwah islamiah menunjukkan hasil positif. Semua orang NU lintas partai, termasuk birokrat dan cendekiawan, bertemu sebulan sekali di Kantor PBNU.(pr-76j) |