logo SUARA MERDEKA
Line
  Kamis, 16 Oktober 2003 Jawa Tengah - Kedu & DIY  
Line

Rekomendasi Ulama Se-Jawa

Parpol Harus Cari Dukungan secara Wajar

BOROBUDUR- Para ulama se-Jawa meminta, dalam mencari pendukung hendaknya pimpinan partai politik (parpol) melakukannya secara wajar dan tanpa mengganggu semangat ukhuwah.

Demikian rekomendasi halaqah ulama se-Jawa dan Rapimwil PPP Jateng di Pesantren Nurul Falah, Tegalrandu, Srumbung, Kabupaten Magelang. Rekomendasi itu disampaikan oleh Ketua DPW PPP Jateng KH Thoyfoer MC, Selasa (14/10).

Para ulama mengimbau Pemerintah Pusat untuk meninjau kembali kebijakan pergeseran realitas hari libur, terutama yang terkait dengan peristiwa keagamaan. Sebab, hari libur keagamaan berhubungan dengan peristiwa penting suatu agama agar tidak dilupakan anak cucu.

"Bila hari libur keagamaan digeser, maka terjadi pengurangan nilai kesakralannya. Dan, menggeser hari libur itu (merupakan) kebijakan bernuansa sekuler, praktis, dan pragmatis," katanya.

Para ulama juga mendukung upaya merevisi Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), karena produk hukum tersebut warisan kolonial Belanda yang tidak mengakomodasikan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia.

Para ulama menegaskan, tindak kemaksiatan tidak bisa diselesaikan dengan melokalisasi. Fraksi Persatuan Pembangunan di DPRD Jateng sedang merintis rancangan peraturan daerah (raperda) pemberantasan tindak kemaksiatan.

Dukungan ulama untuk pemberantasan tindakan kemaksiatan itu karena menyangkut berbagai aspek, khususnya religi dan ekonomi.

Misalnya, dana yang diserap perjudian setiap hari umumnya berasal dari kalangan rakyat menengah ke bawah. Namun, uang judi yang kembali kepada rakyat relatif sangat sedikit ketimbang keuntungan yang diterima para bandar.

Dia mengemukakan, perjudian mengakibatkan masyarakat malas bekerja. Etos kerja masyarakat yang rendah sangat membahayakan kelangsungan hidup bangsa.

Meskipun demikian, para ulama mengajak segenap umat Islam untuk menghindari jebakan sikap radikal, ekstrem, dan teror. Sebab, ketiga sikap itu sesungguhnya strategi dunia Barat, strategi global, untuk memojokkan kaum muslim.

Padahal, agama apa pun tak menghendaki sikap radikal, ekstrem, dan teror.

Umat Islam diingatkan, jangan mudah tertarik pada upaya-upaya pendangkalan akidah. Namun, kaum muslim juga tidak boleh mengurangi kewajiban menghormati pemeluk agama lain."

Tentang mubalig, Ketua DPC PPP Kabupaten Magelang KH Abdul Rozzaq mengimbau, agar memiliki sikap bijaksana dalam melaksanakan dakwah. Tidak menghujat dan mengolok-olok kelompok lain.

"Mubalig hanya boleh bicara politik praktis dalam internal PPP, sedangkan pada forum-forum pengajian mereka tidak boleh berbicara politik. Sebab, umat harus dibina untuk menjaga iklim yang sejuk."

Dia menilai, bangsa ini rawan perpecahan. Karena itu dia menekankan, para mubalig seharusnya berbicara sesuai dengan tema, serta tepat tempat dan waktunya.(pr-76j)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA