
| Kamis, 16 Oktober 2003 | Jawa Tengah - Muria |
Waduk Gembong Dikeruk ManualPATI- Ratusan pekerja dikerahkan untuk mengeruk Waduk Seloromo di Desa/Kecamatan Gembong dan Waduk Gunungrowo di Desa Sitiluhur. Pasalnya, pengerukan dengan menggunakan alat-alat berat tidak memungkinkan. Kasi Eksploitasi dan Pemeliharaan Dinas Permukiman dan Prasarana (Diskimpras) Sutarno ST mengatakan, mulai Rabu (15/10) kemarin semua alat berat yang mengeruk endapan lumpur di dua waduk itu harus berhenti beroperasi. Jika dipaksakan, alat-alat berat itu akan terjebak dalam endapan lumpur yang masih basah. Sebagai gantinya, pekerjaan itu harus dilakukan secara manual dengan mengerahkan pekerja. Untuk mengejar waktu, pekerja yang harus dikerahkan relatif banyak, agar akhir bulan ini pekerjaan pengerukan selesai. Hal itu karena mulai November diperkirakan sudah musim hujan, sehingga waduk harus berfungsi sebagai penampung air. Berdasarkan pertimbangan tersebut, untuk menyelesaikan sisa pengerukan endapan lumpur di Waduk Seloromo, perlu dikerahkan 200 pekerja. ''Karena dilakukan secara manual, untuk mengeruk endapan lumpur yang masih basah di sekitar pintu waduk dijadwalkan bisa selesai dalam 10 hari,'' ujarnya. 84.800 M3 Endapan lumpur yang harus dikeruk 31.800 m3. Adapun dana dari APBD yang dialokasikan untuk keperluan itu adalah Rp 1,2 miliar. Yang penting, ujar dia, tahap akhir pekerjaan pengerukan bisa diselesaikan sesuai dengan rencana dan alokasi anggaran. Hal yang sama juga diberlakukan untuk pengerukan endapan lumpur di Waduk Gunungrowo, tapi pekerja yang dikerahkan setiap hari hanya 50 orang. Dalam 10 hari, mereka diharapkan juga sudah bisa menyelesaikan pengerukan lumpur di sekitar pintu air. Endapan lumpur yang harus dikeruk di waduk itu 31.800 m3 dengan dana Rp 500 juta. (ad-49j) |