logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 15 Oktober 2003 Sala  
Line

Dua Rumah Kosong Dijarah Maling

MANAHAN - Setelah sekian lama surut, aksi kejahatan dengan sasaran rumah kosong kembali terjadi di Solo. Bahkan dua hari terakhir ini ada dua kejadian di tempat terpisah. Total kerugian puluhan juta rupiah. Kemarin polisi masih melacak kawanan penjahat itu.

Pencurian, kemarin, terjadi di rumah ST Mulyadi (42), warga Jalan Parkit Raya 4 Manahan, Banjarsari, Solo. Saat itu rumah dinas PTPN X tersebut kosong karena ditinggal bekerja penghuninya. Ketiga anak Mulyadi pergi ke sekolah.

Sehari sebelumnya, Senin lalu sekitar pukul 11.00, rumah Muhammad Soim (41), warga Mutihan, Sondakan, Laweyan, juga disatroni maling. Penjahat leluasa beraksi karena rumah itu kosong ditinggal bekerja. Barang yang dilaporkan hilang berupa satu set perhiasan emas Rp 3 juta.

"Kami perkirakan pencurinya anggota kawanan spesialis pembobol rumah kosong. Mereka beraksi dengan merusak pintu utama. Setelah itu mereka menguras isi rumah. Kami menduga mereka membawa linggis untuk melancarkan aksi," kata Kasat Reskrim Polresta Surakarta, AKP Masrur, kemarin.

Kamar Amburadul

Istri Mulyadi, Wariyanti (40), memperkirakan pencurian terjadi antara pukul 08.00 dan 8.30. "Sebab, suami saya pulang sekitar pukul 08.30. Ketika itu pintu rumah sudah terbuka dan lemari di kamar amburadul," kata karyawati PTPN X itu.

Penjahat yang menyatroni rumahnya, yang belum diketahui jumlahnya, menggasak satu set alat musik organ merek Yamaha tipe PSR 2000 senilai Rp 9 juta, seperangkat perhiasan berisi cincin kawin, gelang, kalung, dan giwang seharga Rp 3 juta, TV Toshiba 21 inci, surat akad kredit rumah, dan uang Rp 5 juta.

"Kerugian pasti jauh lebih besar jika uang kuliah anak belum saya bayarkan," ujar dia.

Anggota keluarganya, Wariatmo, menuturkan lingkungan di rumah kakaknya itu pada siang hari relatif sepi. Sebab, para penghuni baik laki-laki maupun perempuan rata-rata pegawai.

"Sebenarnya aksi penjahat di rumah kakak saya didengar tetangga sebelah. Namun dia mengira keributan itu suara tukang."

Saksi itu juga tak mengetahui berapa orang yang masuk ke rumah Mulyadi. "Jenis kendaraan dan berapa penjahat itu tidak diketahui. Namun diperkirakan tidak begitu banyak," katanya.

Dia memperkirakan penjahat memasuki rumah setelah menjebol pintu utama dengan linggis. "Ada kemungkinan mereka membawa motor, bukan mobil. Logikanya, jika pakai mobil tentu komputer dan piano terangkut pula. Namun ini kok mereka biarkan saja." (san-17g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA