
| Rabu, 15 Oktober 2003 | Sala |
Para Pedagang Berebut Lokasi
ALUN-ALUN LOR - Undian untuk penempatan di lokasi baru bagi 72 pedagang di sisi timur Alun-alun Lor belum bisa dilakukan, meski mereka di-deadline pindah terakhir 20 Oktober mendatang. Pasalnya, pedagang keris dan kacamata di kawasan itu berebut lokasi blok yang akan diundi. "Pengundian tempat baru yang jadwalnya 11 Oktober lalu dan berakhir hari ini (kemarin-red) belum bisa dilakukan. Pasalnya, di antara pedagang belum ada kesepakatan tentang tempat-tempatnya," ujar Ketua Himpunan Pedagang Keris dan Kacamata (HPKK), Hadi Suparmo, ketika ditemui Suara Merdeka, kemarin di kios lamanya. Seperti diketahui, sebanyak 72 pedagang keris dan kacamata akhirnya menyepakati batas waktu pindah yang diusulkan Keraton dan Pemkot Surakarta dalam pertemuan Jumat (10/10) malam lalu. Paling lambat 20 Oktober, mereka sudah harus berpindah ke lokasi baru yang terletak di belakang kios lama mereka. Selanjutnya, tempat lama mereka akan dibongkar dan dijadikan lahan parkir. "Kami sangat memahami keinginan pedagang untuk pindah setelah Lebaran. Tetapi sangat tidak mungkin bagi pemilik proyek untuk mundur sampai batas waktu tersebut. Kami mohon pengertian Anda untuk memahami jika proyek tak selesai tepat waktu," papar Ketua Lembaga Hukum Keraton Surakarta (LHKS) KP Eddy Wirabhumi SH MH di depan pedagang dan warga yang memperoleh kios kemanusiaan, Jumat (10/10) lalu di kompleks Keraton Surakarta (Suara Merdeka, 12/10) Terpisah Dikatakan, pedagang keris dan kacamata ditempatkan secara terpisah. Hal itu sudah disepakati seluruh pedagang. Tetapi di tempat tersebut ada pedagang yang memiliki satu kios dan ada yang punya kios ganda atau dua tempat yang berdampingan. Untuk memudahkan pengundian, di mana pemilik dua kios tetap bisa memperoleh tempat yang berdampingan, maka mereka dikelompokkan terlebih dulu. Pedagang kacamata dibagi menjadi dua, yaitu yang memiliki kios satu buah dan yang dua kios berdampingan. Mereka akan ditempatkan di blok-blok terpisah. Demikian halnya dengan pedagang keris. Kelompok-kelompok itu kemudian memilih blok tersendiri sesuai ukuran kios. Dalam pemilihan tempat itulah pemilik kios tunggal dan ganda saling berebut lokasi. "Semula ada permintaan pedagang yang memiliki satu kios dikelompokkan di sisi utara dan yang kiosnya dobel diberi tempat di sebelah selatan. Tapi kemudian ada yang protes, karena sebelah utara bakal ramai. Lalu minta diganti, setelah diubah, ramai lagi. Jadi belum ada kesepakatan baru tentang blok-blok itu," kata dia. Terkait hal itu, pedagang akan melakukan pertemuan lagi. Eddy mengatakan, kemungkinan kepindahan pedagang mundur lantaran pengundian direncanakan berlangsung Minggu (19/10) atau Senin (20/10) mendatang. Tapi ia tetap mengusahakan kepindahan mereka bakal sesuai jadwal. (G18,won-17) |