logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 15 Oktober 2003 Sala  
Line

Penayangan Acara Mistik di TV Bisa Menyesatkan

KOTA - Penayangan acara dunia mistik yang disuguhkan sejumlah televisi swasta akhir-akhir ini oleh tokoh paranormal Solo, Ki Gede Solo dinilai bisa menyesatkan masyarakat. Alasannya, karena dalam penayangan itu tidak memberikan informasi yang benar tentang paranormal.

"Tayangan seperti itu tidak layak, karena pengetahuan masyarakat terhadap keparanormalan masih sangat rendah. Akibatnya bisa menyesatkan pengertian, apalagi yang ditampilkan proses aktivitas paranormal seutuhnya," ujarnya, kemarin.

Kalau acara itu diteruskan, lanjutnya, tayangan yang sifatnya hiburan itu bisa mengakibatkan terjadinya mafia paranormal. Kepercayaan masyarakat terhadap dunia paranormal akan digunakan kalangan tertentu yang mengaku sebagai paranormal, namun tujuan utamanya untuk melakukan penipuan. "Ini terjadi karena persepsi masyarakat yang belum memahami secara mendalam tentang paranormal. Akibatnya masyarakat akan menjadi korban mafia."

Sekadar Permainan

Menurut dia, apa yang disajikan televisi dengan mempertunjukkan aktivitas dunia mistik, tidak lebih sekadar permainan, sama halnya dengan permainan tukang sulap yang penuh dengan keterampilan tangan. Dunia lain, seperti acara yang ditayangkan sebuah televisi bukan proses untuk bisa melihat dunia gaib yang sesungguhnya.

"Sesungguhnya, ilmu yang sebenarnya tidak bisa dipertontonkan seperti itu. Jangankan bisa ditangkap dengan kamera, lewat proses semedi yang dilakukan kalangan paranormal saja belum tentu bisa dilihat. Memang saat melakukan semedi, rasa-rasanya kita sudah bisa menangkap atau berhadap-hadapan. Tapi begitu membuka mata dan masuk dalam dunia kita, dunia nyata, bisa lepas lagi. Tidak akan semudah itu kita melakukannya, seperti penayangan di televisi."

Pemahaman Minim

Ditambahkan, saat ini pemahaman masyarakat terhadap bidang paranormal masih sangat minim. Tingkat rasionalitasnya juga rendah. Hal ini akan menyebabkan pemahamannya bisa keliru.

Penayangan acara mistik seperti itu, menunjukkan pemikiran yang mundur. Pemikiran masyarakat saat ini masih banyak yang belum rasional.

Kalau disuguhi hiburan semacam itu, mereka akan semakin tenggelam dalam pemikiran yang lebih tidak rasional. Kalau kondisi tersebut berlangsung tentu akan membuka peluang terjadinya mafia paranormal.

Dikatakan, sejumlah paranormal Solo akan mendeklarasikan berdirinya Paguyuban Paranormal dan Penyembuh Alternatif Surakarta (Papadanpas). Dalam paguyuban itu tergabung 33 tokoh paranormal dan penyembuh alternatif.

Acara itu akan berlangsung Sabtu malam di Alun-alun Lor ang dimeriahkan pementasan wayang kulit dengan lakon Semar Mbangun Kayangan dimainkan dalang Ki Enthus Susmono.

Paguyuban itu, katanya, berusaha menyejajarkan bidang paranormal dengan bidang kedokteran. Ini bisa terwujud dengan membangun pola pemikiran masyarakat yang rasional.

"Sebelumnya ada 99 paranormal. Namun beberapa di antara mereka tidak mau gabung untuk mengangkat kegiatan paranormal, tidak saja diterima sekelompok masyarakat, tetapi semua lapisan, termasuk pemerintah," lanjutnya.(sri-17)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA