
| Rabu, 15 Oktober 2003 | Sala |
Kekeringan Belum Usai, Pangan Kian MenipisMENDUNG yang bergayut di langit Wonogiri masih enggan jatuh dan meneteskan air hujan. Kalaupun ada hujan, baru terbatas di Wonogiri timur yang tidak masuk dalam peta kekeringan. Warga di Wonogiri selatan yang dilanda kekeringan masih menjerit karena di samping kesulitan air, bahan pangan mereka kian menipis. ''Semestinya kalau musim hujan tiba, kami dapat segera bercocok tanam. Namun bagaimana kami memulai tanam, hujan saja belum turun,'' keluh Slamet, warga Desa Joho, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri. Keluhan senada juga disampaikan penduduk Desa Sumberagung, Pracimantoro yang masih mengalami kekeringan. Menurut mereka, kalau tak segera turun hujan, sama artinya beban penderitaan hidup makin panjang. ''Saya memandang persoalan mereka bukan terbatas pada kesulitan mendapatkan air bersih. Tandon makan sehari-hari pun makin menipis. Bahkan saya menerima keluhan bahwa sebagian warga di Desa Gendayaan, Kecamatan Paranggupito mulai kehabisan bahan pangan. Karena itu, saya berharap pihak eksekutif segera bertindak dengan mempercepat pendistribusian bantuan beras yang katanya 900 ton itu,'' ucap Ketua Komisi B DPRD Wonogiri Sugiarto SPd. Menurut dia, penduduk yang mengeluh karena stok bahan pangan makin menipis itu harus mendapat perhatian. ''Jangan sampai keluhan seperti ini hanya dianggap angin lalu kalau kita semua tidak ingin warga kekurangan makan.'' Sementara itu, menurut anggota Komisi E DPRD Wonogiri Soefi Hartoyo MS, yang namanya urusan perut tidak dapat lagi ditunda-tunda. Berkait dengan keluhan warga yang kekurangan pangan, Ketua Bhayangkari Polwil Surakarta Ny Hasyim Irianto didampingi Ketua Bhayangkari Wonogiri Ny Subandi baru-baru ini mengadakan bakti sosial ke Wonogiri selatan untuk menyerahkan bantuan. Kapolres AKBP Drs Subandi yang turut dalam kunjungan tersebut mengatakan, bantuan dari Bhayangkari berupa air bersih 45 tangki untuk warga kurang mampu di Kecamatan Pracimantoro, Giritontro, dan Paranggupito. Diserahkan juga beras lima kuintal bersama bahan lauk pauk dan kebutuhan pokok sehari-hari serta uang Rp 2,5 juta. Bupati H Begug Poernomosidi SH didampingi Kabag Sosial dan Ekonomi Drs H Supatno MM mengatakan, Pemkab Wonogiri bersama instansi terkait berupaya menyalurkan bantuan beras gratis kepada penduduk kurang mampu. Pembagian dilakukan melalui program beras bagi warga miskin dan program kompensasi pengurangan subsidi bahan bakar minyak (KPS-BBM). ''Jumlahnya Oktober ini 848.740 kg untuk 42.437 keluarga,'' kata Kabag Humas Pemkab Drs Bambang Eko Sarwono MM. Perinciannya, bantuan melalui program beras untuk warga miskin 759.760 kg bagi 37.988 keluarga di 24 kecamatan. Bantuan beras melalui PKPS-BBM 88.980 kg untuk 4.449 keluarga kurang mampu di Kecamatan Pracimantoro (3.145 keluarga/62.900 kg) dan di Kecamatan Purwantoro (1.304 keluarga/26.080 kg). Kecuali itu, Pemkab membagikan beras gratis tahap pertama, yakni 100 ton dari total bantuan pemerintah pusat 922 ton, ditambah lagi bantuan beras dari Gubernur Jateng 25 ton. Selain itu, bantuan air bersih dari gubernur 1.500 tangki dan dari pihak lain 692 tangki, ditambah bantuan air yang dilewatkan posko kekeringan 160 tangki. (Bambang Pur-14c) |