logo SUARA MERDEKA
Line
  Rabu, 15 Oktober 2003 Sala  
Line

Kawanan Kera dan Kijang Kembali Turun Gunung

SUKOHARJO- Perkebunan dan pertanian di Desa Sanggang, Kedungsono, Gentan, dan Kamal di Kecamatan Bulu diserang ribuan kera. Tak pelak, warga kampung itu pun resah.

Mereka resah karena binatang itu kembali turun gunung dan mengamuk di pekarangan. ''Kali ini binatang itu bukan lagi menyerang tanaman palawija, ketela, melainkan memangsa berbagai jenis tanaman dan buah-buahan di perkampungan penduduk,'' kata Bayan Suko, Kedungsono, Suroso, kemarin.

Sehari lalu, kata dia, ribuan kera turun dari Gunung Gajah Mungkur dan merusak berbagai tanaman dan buah-buahan. Bahkan kera-kera itu tak lagi hanya menyerang pada malam hari, namun juga siang hari.

Meski mengetahui empat desa itu kerap didatangi kera dan kijang, masyarakat tidak dapat berbuat banyak. ''Apalagi biasanya kera ke perkampungan secara mendadak,'' ujar Suroso, seraya menunjukkan lahan yang sehari lalu diserang ribuan kera.

Lahan pertanian juga sering didatangi ribuan kera ketika petani meninggalkan lahan garapan itu. ''Ribuan kera itu sepertinya sudah tahu kapan harus masuk kampung dan kembali ke hutan.''

Beberapa hari terakhir ini Desa Kedungsono, dengan sebagian besar lahan perkampungan di sekeliling hutan dan pekarangan penduduk, sering didatangi ribuan kera dari Gunung Gajah Mungkur.

Bergerombol

''Biasanya binatang itu bergerombol dan tiba-tiba menyerang apa pun yang dapat mereka makan. Beberapa hari lalu hewan itu turun ke kampung mencari air,'' kata dia.

Desa lain yang mengalami nasib adalah Desa Sanggang. Para petani di desa itu kewalahan menghalau ribuan kera dan kijang yang kemungkinan berasal dari Gunung Batu Seribu.

Kondisi ratusan hektare perkebunan dan pertanian di keempat desa diserang kera itu, kata Camat Bulu YC Sarjana SSos, kini memprihatinkan. ''Namun selama ini belum ada upaya efektif untuk mencegah amukan binatang itu,'' kata dia.

Untuk mengurangi kerugian terlalu besar, sebagian petani tidak menggarap lahan pada musim kemarau. ''Pada musim kering kera dan kijang yang bersembunyi di pegunungan turun mencari makanan.''

Meski kejadian itu sudah menjadi persoalan klasik, kata dia, pada musim ini kerugian petani lebih banyak. Namun dia tak dapat memerinci kerugian petani.

Jika tak ingin rugi besar, kata dia, tentu harus ada pengawasan ekstra agar lahan pertanian dan perkebunan tidak dirusak kera dan kijang. ''Jika ingin panen beberapa orang menunggui lahan pertanian yang digarap,'' kata dia, didampingi Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Kecamatan Bulu, Sugijo, saat meninjau beberapa lahan petani yang dirusak kera dan kijang.(G11-14g)


Berita Utama | Semarang | Sala | Jawa Tengah | Olahraga | Internasional
Budaya | Wacana | Ekonomi | Fokus | Cybernews | Berita Kemarin
Copyright© 1996 SUARA MERDEKA