
| Rabu, 15 Oktober 2003 | Sala |
Padusan Ditandai Siraman Mas dan Mbak Boyolali
BOYOLALI - Kegiatan padusan yang rutin diselenggarakan setahun sekali menjelang puasa akan ditandai dengan siraman yang diperankan oleh Mas dan Mbak Boyolali tahun 2003. Secara simbolis Bupati akan menyiram air kepada kedua remaja yang mengenakan kebaya. ''Kegiatan ini disamping sebagai upaya melestarikan budaya juga ikut meramaikan kawasan wisata,'' kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali, Drs Hadi Suyitno kemarin. Kegiatan siraman, lanjut dia, akan berlangsung di Umbul Pengging, Kecamatan Banyudono. Sedangkan kegiatan padusan lainnya di Umbul Tlatar, Desa Kebonbimo, Kecamatan Boyolali. Seperti tahun sebelumnya, kegiatan padusan akan berlangsung dua hari sebelum memasuki puasa yakni 25 dan 26 Oktober. Dia mengatakan, untuk meramaikan kegiatan padusan akan dimeriahkan orkes melayu dan hiburan musik lainnya. Para pengunjung dikenakan karcis tanda masuk Rp 1.100 sudah termasuk jasa raharja. Dengan demikian jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan akan mendapat santunan. Lampaui Target Kegiatan padusan juga menambah pendapatan daerah. Di Umbul Pengging pihaknya mentargetkan pengunjung 6.000 orang. Begitu pula di Umbul Tlatar target pengunjung tidak jauh dengan Umbul Pengging. Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, puncak kegiatan padusan pada hari kedua. Karena itu pada kegiatan padusan yang kedua akan dilakukan pengamanan yang cukup ketat. Sebab tidak tertutup kemungkinan dijumpai tindakan yang bisa menimbulkan keributan. Kepada para pengunjung diminta untuk menjaga ketertiban. Selain itu dilarang keras membawa senjata tajam. Suyitno optimis jumlah pengunjung akan membludak dan melampaui target. Tahun sebelumnya pengunjung datang dari berbagai daerah. Misalnya, Solo, Klaten, Sukoharjo dan Wonogiri. Apalagi Umbul Tlatar yang dikenal dengan pemancingan ikan akan menimbulkan daya tarik tersendiri.(shj-14) |